Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Segera Bertambah, Arab Saudi Pangkas Harga Minyak

Produsen minyak terbesar di dunia, Saudi Aramco, mengurangi harga minyak kontrak Februari yang akan dikirim ke wilayah Asia sebesar US$1,10 menjadi US$2,20 per barel.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  16:52 WIB
Kilang Minyak - Bloomberg
Kilang Minyak - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Arab Saudi memangkas harga beli minyak untuk wilayah Asia seiring dengan penambahan pasokan dari OPEC+ diyakini dapat melonggarkan pasar di tengah penyebaran virus corona yang meluas.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (6/1/2022), produsen minyak terbesar di dunia, Saudi Aramco, mengurangi harga minyak kontrak Februari yang akan dikirim ke wilayah Asia sebesar US$1,10 menjadi US$2,20 per barel.

Penurunan harga ini berada dibawah ekspektasi pasar yang memprediksi Arab Saudi akan memangkas harga minyaknya hingga US$1,25.

Arab Saudi merupakan salah satu eksportir minyak terbesar di wilayah Asia. Lebih dari 60 persen dari hasil produksi Arab Saudi dikirimkan ke wilayah tersebut dengan China, Jepang, Korea Selatan, dan India sebagai pembeli terbesar.

Adapun, pada Selasa lalu, OPEC+ memutuskan untuk menambah produksi minyak mentah untuk bulan Februari mendatang sebesar 400.000 barel per hari. OPEC+ juga memperkirakan pasar akan berbalik ke posisi oversupply dari bulan Januari.

Harga minyak jenis Brent sejauh ini stabil diperdagangkan pada kisaran US$80 per barel di tengah kekhawatiran pasar terhadap penyebaran varian Omicron. Varian baru virus corona tersebut dikhawatirkan dapat memicu lockdown dan pembatasan perjalanan.

Meski demikian, OPEC+ tetap waspada dan masih menyimpan opsi untuk menghentikan penambahan output apabila permintaan pasar kembali menurun atau adanya cadangan minyak berlebih.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2022 sejauh ini terpantau turun 0,37 persen pada level US$77,56 per barel. Sementara, harga minyak jenis Brent terkoreksi 0,43 persen di level US$80,45 per barel.

Pada tahun 2021 lalu, harga minyak mentah menguat lebih dari 50 persen seiring pemulihan permintaan dari pandemi virus corona dan upaya pengetatan pasokan dari OPEC+ yang mengurangi output.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak arab saudi harga minyak brent
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top