Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi Buka Perdagangan Bursa 2022, Intip Saham-Saham Pilihan Morgan Stanley

Morgan Stanley menyampaikan sejumlah sektor saham pilihan pada 2022, yang perdagangannya akan dibuka oleh Presiden Jokowi, seiring dengan prospek IHSG.
Papan nama Morgan Stanley di kantornya di Paris, Prancis/ Bloomberg - Cyril Marcilhacy.
Papan nama Morgan Stanley di kantornya di Paris, Prancis/ Bloomberg - Cyril Marcilhacy.

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga keuangan Morgan Stanley menjadi salah satu pihak yang optimistis dengan kinerja saham Indonesia pada 2022. Morgan Stanley pun menyampaikan sejumlah sektor saham pilihan pada tahun ini.

Presiden Joko Widodo akan membuka perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2022 pada hari ini, Senin 3 Januari 2022.

Dalam susunan acara Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2022, Presiden Jokowi dijadwalkan akan melakukan penekanan layar sentuh sebagai tanda pembukaan perdagangan BEI tahun 2022 pada pukul 08.57 WIB.

Adapun, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dijadwalkan akan menyampaikan laporan sebelum Presiden Jokowi. Pembukaan perdagangan BEI oleh Jokowi dan segenap stake holder diharapkan memberikan gairah terhadap perdagangan BEI.

Salah satu pihak yang optmistis dengan prospek pasar saham atau indeks harga saham gabungan (IHSG) ialah Morgan Stanley. 

Equity Strategist Morgan Stanley Daniel Blake dan Jonathan Garner memperkirakan saham-saham di pasar modal Indonesia akan berperforma lebih baik pada 2022 karena ditopang beberapa katalis.

“Kami outperform terhadap saham di Indonesia seiring dengan pembukaan kembali ekonomi pasca Covid-19 dan valuasinya relatif murah dibandingkan India yang memiliki peluang struktural serupa,” tulis Blake dan Garner dalam riset.

Morgan Stanley memilih beberapa saham yang direkomendasikan dari berbagai sektor. Saham sektor keuangan yang direkomendasikan seperti BBRI, BMRI, dan BBNI karena posisinya yang menguntungkan saat pemulihan ekonomi.

Selanjutnya dari sektor konsumen terdapat saham ASII, MAPI, dan KLBF sebagai top picks. Saham emiten konsumer dinilai bakal ditopang oleh daya beli dan konsumsi masyarakat yang kembali meningkat.

Morgan Stanley juga menyukai saham komoditas, industri, dan material seperti PGAS dan UNTR mengingat tren kenaikan harga komoditas. Saham SMGR juga direkomendasikan walaupun sektor semen dinilai belum akan pulih benar karena masih lemah dari sisi penawaran.

Saham properti seperti BSDE dan PWON juga direkomendasikan selain karena marketing sales membaik juga ditopang oleh kondisi pusat perbelanjaan yang kembali beroperasi.

Di sisi lain, pengetatan moneter di AS diperkirakan tidak akan terlalu menekan kinerja saham Tanah Air kali ini. Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan tapering off pasca pandemi tidak membawa tekanan yang sama seperti pada 2013.

"Saham dulu 55 persen kepemilikan asing, sekarang sekitar 45 persen. [Kondisi] ini yang berbeda," kata Suria kepada Bisnis.

Dia melanjutkan, ketika pengumuman tapering dikeluarkan The Fed, IHSG bahkan tak bergeming lantaran mendapat sokongan dari sentimen kenaikan harga komoditas.

Dengan demikian, Suria memperkirakan IHSG tetap bakal melaju ke level 7.000 pada 2022. Samuel Sekuritas menyukai saham-saham dari sektor komoditas untuk dapat dikoleksi tahun depan seperti saham di sektor batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper