Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dana IPO untuk Hire Programmer, 2022 WGSH Siap Tancap Gas

Dengan merekrut lebih banyak programmer, WGS Hub optimistis bisnis inkubasi perusahaan rintisan akan lebih cerah dalam waktu mendatang.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  17:02 WIB
WGS Hub - Dok. WGS
WGS Hub - Dok. WGS

Bisnis.com, JAKARTA– Tahun 2022, PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) siap tancap gas. Perusahaan venture builder atau inkubator perusahaan rintisan (startup) yang baru saja tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Desember 2021 lalu, berencana menggunakan dana hasil penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) sebesar 70 persen untuk merekrut ratusan programmer baru dua tahun ke depan.

Sisanya, alokasi 30 persen akan digunakan sebagai cadangan modal kerja lainnya. WGSH atau yang juga sering disebut publik sebagai WGS Hub, pada saat pencatatan saham di BEI mencatat penerimaan emisi sebesar Rp29,19 miliar. Emiten melepas sebanyak 208.500.000 saham biasa atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. 

Perekrutan Programmer sebagai sumber pendapatan CEO WGS Hub Edwin Pramana mengatakan pada periode 2022-2023, WGSH akan melakukan perekrutan sekitar 200 orang programmer untuk menjawab permintaan dan mempercepat R&D. “Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) hasil R&D dapat dijual lisensinya, dapat dikonversi menjadi saham pada startup pipeline kami, dan juga dapat dibukukan sebagai aset tak berwujud [intangible asset],” jelas Edwin. 

Edwin menngungkapkan hal tersebut merupakan salah satu keunggulan Venture Builder WGSH. Startup tidak perlu menunggu Investor untuk technology development. Sebab, teknologi sudah kami sediakan, sehingga ketika memasuki pendanaan investor itu sudah bicara bagaimana caranya ekspansi,” tegasnya.

Perseroan optimistis rencana bisnis dan strategi alokasi dana ini dapat menciptakan tambahan omzet dan laba bersih signifikan yang melampaui proyeksi pendapatan yang berasal dari jasa IT Perseroan.

Edwin Pramana melanjutkan, Perseroan baru saja merampungkan eksekusi dua pipeline yang akan menjadi portofolio perusahaan rintisan barunya (startup), yaitu Teleconsulting UMKM dan Mythologic Studio, studio 3D animasi. “Pada bulan Desember ini kami telah menandatangani Perjanjian Kerjasama [PKS] dengan keduanya, kami berharap kedua startup tersebut akan memperkuat ekosistem yang kita miliki,” kata Edwin.

Teleconsulting UMKM merupakan hasil kolaborasi Perseroan bersama Dr. Benny Wullur, salah satu lawyer kondang asal Bandung. Dengan mengusung tagline “Ask Me Anything,” startup ini dinamakan “BisaBos”.

Perseroan mempersiapkan joint venture ini untuk menyempurnakan ekosistem, memperbesar pipeline startup, sekaligus memberikan solusi legal, akuntansi, dan pajak bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah.

Sedangkan PT Wangsa Ultima Kreasi atau yang biasa dikenal sebagai Mythologic Studio merupakan studio 3D Animasi yang sudah lama malang-melintang di dunia tiga dimensi, salah satu karyanya termasuk produksi film animasi serial Kiko yang tayang di Netflix.

Perseroan bersama Mythologic Studio juga akan menyempurnakan ekosistem, yaitu dalam mendukung kebutuhan 3D modeling, game asset, Augmented Reality, sampai tren masa depan seperti Metaverse dan NFT.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top