Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Jawara! Dibuka Paling Kuat di Asia Jelang Libur Natal

Rupiah dibuka menguat bersama mata uang Asia lainnya, yakni yen Jepang yang menguat 0,03 persen, won Korea Selatan 0,07 persen, peso Filipina 0,06 persen, dan ringgit Malaysia 0,04 persen.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 24 Desember 2021  |  09:44 WIB
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Rupiah dibuka menguat di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Jumat (24/11/2021).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.04 pada Jumat (24/11/2021), mata uang Garuda menguat 0,36 persen atau 51 poin ke level Rp14.182 per dolar AS.

Rupiah dibuka menguat bersama mata uang Asia lainnya, yakni yen Jepang yang menguat 0,03 persen, won Korea Selatan 0,07 persen, peso Filipina 0,06 persen, dan ringgit Malaysia 0,04 persen. Dengan penguatan ini, rupiah berhasil menjadi mata uang paling perkasa di Asia.

Mengutip Antara, Jumat (24/12/2021), menjelang liburan dan long weekend yang diperpanjang di Amerika Serikat, sebagian besar mata uang utama bertahan pada kisaran sempit. 

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun tipis 0,08 persen pada 96,031 pada akhir perdagangan Kamis (23/12/2021) waktu setempat. Indeks tetap mendekati level tertinggi 16 bulan yang dicapai akhir bulan lalu.

"Kekhawatiran tentang tingkat keparahan varian Omicron memudar, yang mendorong permintaan untuk mata uang dan kelas aset yang lebih berisiko sementara menekan tempat berlindung yang aman (safe haven) seperti dolar AS, yen Jepang, dan obligasi pemerintah," George Vessey, ahli strategi Western Union Business Solutions.

Berita optimistis tentang vaksin dan rawat inap terkait Omicron juga membantu meningkatkan selera investor terhadap risiko, mengangkat saham dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah nilai tukar rupiah kurs dolar
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top