Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

TINS Bongkar Alasan Geser Operasi Smelter Timah Ausmelt ke Kuartal II/2022

Proyek smelter timah ausmelt menjadi salah satu proyek strategis yang akan diselesaikan pada 2022.
Suasana fasilitas pengolahan timah milik PT Timah Tbk. (TINS) di Mentok, Bangka, Indonesia, Selasa (19/11/2013)./Bloomberg-Dimas Ardian
Suasana fasilitas pengolahan timah milik PT Timah Tbk. (TINS) di Mentok, Bangka, Indonesia, Selasa (19/11/2013)./Bloomberg-Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA – PT Timah Tbk. (TINS) tengah fokus pada pengembangan smelter Ausmelt Furnace yang diperkirakan bisa mulai beroperasi pada kuartal II/2022. Sebelumnya smelter tersebut ditargetkan beroperasi akhir tahun ini.

Sekretaris Perusahaan TINS Abdullah Baswedan mengatakan, proyek tersebut menjadi salah satu proyek strategis yang akan diselesaikan pada 2022.

“Kita masih fokus penyelesaian Ausmelt yang akan selesai kuartal II/2022. Ini jadi proyek strategis yang akan lebih mengefisiensikan terkait dengan proses pembangunan,” ujarnya usai RUPSLB di Jakarta, Kamis (23/12/2021).

Direktur Operasi TINS Alwin Albar menambahkan kemunduran waktu operasi smelter tersebut karena adanya PPKM pada Juli 2021.

“Jadi dia mundurnya 100 hari. Harapannya April 2022 mulai commissioning, kuartal kedua lah mulai jalan,” ujarnya.

Dia menerangkan, smelter Ausmel merupakan pengganti teknologi yang lama.

“Seperti mobil harus overhaul, ketika sudah waktunya ini kita nggak overhaul, dan diganti sama ini [Ausmelt]. Kapasitas yang selama ini 30.000-35.000, sekarang bisa jadi 40.000 dan lainnya bisa lebih efisien, kemampuan kadar kualitas lebih tinggi,” ungkapnya.

Jika sudah beroperasi komersial, smelter Ausmelt Furnace diperkirakan mampu menghasilkan EBITDA sekitar US$126,31 juta per tahunnya. Pembangunan smelter ini menelan sebagian dari anggaran belanja belanja modal atau capital expenditure (capex) TINS tahun ini.

Untuk 2021 sendiri, TINS menganggarkan capex Rp 1,9 triliun. Sampai kuartal III/2021, realisasi capex TINS mencapai sekitar Rp500 miliar. Adapun, untuk pembangunan smelter Ausmelt sendiri anggarannya mencapai US$1,2 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper