Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imbas Omicron dan Tapering The Fed Hanya Sementara ke IHSG, Ini Sebabnya

Pelaku pasar telah memperhitungkan sentimen penyebaran omicron selama beberapa pekan belakangan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 16 Desember 2021  |  17:47 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Sentimen pengumuman kasus Omicron pertama di Indonesia dan tapering The Fed diyakini hanya akan berimbas sementara terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup turun 0,47 persen menjadi 6.594,79 pada akhir perdagangan Kamis (16/12/2021). IHSG mulai mundur ke zona merah pada akhir perdagangan sesi I hari ini, setelah sempat menyentuh level tertinggi 6.661,94 saat awal perdagangan.

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana memaparkan, munculnya kasus Omicron pertama di Indonesia menjadi katalis utama yang menekan pergerakan IHSG hari ini. Hal ini menimbulkan ketidakpastian di tengah pelaku pasar sehingga mereka melakukan aksi profit taking.

“Apalagi, selama sepekan lebih IHSG juga cenderung terus menguat. Adanya sentimen negatif dan harga yang sudah tinggi membuat pasar cenderung ambil untung,” katanya saat dihubungi Bisnis, Kamis (16/12/2021).

Meski demikian, Wawan menuturkan pelaku pasar telah memperhitungkan sentimen ini selama beberapa pekan belakangan. Menurutnya, dampak katalis terhadap IHSG diyakini hanya sementara.

Sementara itu, sentimen pengumuman tapering The Fed akan lebih berpengaruh terhadap pasar obligasi. Dengan kejelasan langkah tapering yang akan dilakukan The Fed, harga obligasi Indonesia akan cenderung tertekan ke depannya.

Pada pasar saham, Wawan meyakini aksi jual yang dilakukan investor asing masih dapat diimbangi oleh selera investor domestik. Apalagi, Indonesia juga tengah menikmati pertumbuhan jumlah investor ritel selama beberapa tahun terakhir.

Katalis positif lain yang akan mempengaruhi pergerakan saham adalah pengumuman dimulainya vaksinasi untuk anak dibawah usia 12 tahun. Menurut Wawan, akselerasi program vaksinasi tersebut akan meningkatkan ekspektasi pasar terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

“Koreksi ini hanya sementara sifatnya, minggu depan sepertinya IHSG sudah bisa kembali ke kisaran 6.600. Ini juga bisa menjadi kesempatan bagi para investor untuk masuk ke saham-saham yang valuasinya sedang turun,” tutupnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bei Obligasi pasar saham
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top