Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasar Nantikan Pertemuan Bank Sentral, Wall Street Melemah di Awal Perdagangan

Bursa AS melemah di saat pelaku pasar menantikan pertemuan sejumlah bank sentral pekan ini, termasuk Federal Reserve AS.
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat./Bloomberg
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat bergerak melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (13/12/2021), di tengah penantian pelaku pasar terhadap pertemuan bank sentral di sejumlah negara.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones melemah 0,31 persen pada awal perdagangan ke 35.867,52, sedangkan indeks S&P 500 melemah 0,22 persen ke 4.701,15 dan Nasdaq Composite melemah 0,25 persen ke 15.591,65.

Indeks S&P 500 melemah setelah ditutup pada rekor tertingginya pada hari Jumat, sementara Apple Inc. mendekati kapitalisasi pasar US$3 triliun untuk pertama kalinya. Imbal hasil Treasury 10-tahun tergelincir, sementara dolar AS menguat.

Sekitar 20 bank sentral akan mengadakan pertemuan minggu pekan ini, termasuk Federal Reserve AS. Bank sentral AS tersebut diperkirakan akan mulai mengurangi pembelian obligasi dan memperkirakan kenaikan suku bunga pada tahun 2022 untuk melawan inflasi tercepat sejak 1980-an.

European Central Bank, Bank of England, dan Bank of Japan juga akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter mereka dalam beberapa hari ke depan.

"Selama The Fed tidak memberikan kejutan hawkish Rabu ini, saham dapat reli ke momentum akhir tahun, bahkan jika valuasi kembali melebar," tulis Tom Essaye, pendiri buletin “The Sevens Report”, seperti dikutip Bloomberg, Senin (13/12/2021).

Di antara berita seputar emiten, Bristol Myers Squibb Co. mengatakan akan menaikkan dividennya dan melakukan buyback saham hingga US$15 miliar karena arus kas produsen obat AS ini diperkirakan kuat selama dua tahun ke depan.

Sementara itu, Pfizer Inc. sepakan untuk mengakuisisi Arena Pharmaceuticals Inc. senilai sekitar US$6,7 miliar untuk mendapatkan terapi potensial penyakit inflamasi imun.

Harley-Davidson Inc. berencana melakukan spin-off unit usaha sepeda motor listriknya. Unit tersebut kemudian akan merger dengan perusahaan cek kosong dan mencatatkan saham di bursa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper