Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tangan Dingin Tempa Krakatau Steel (KRAS), Silmy Karim Raih TOP CEO BUMN Awards 2021

Silmy Karim menjadi motor perbaikan kinerja Krakatau Steel yang menderita rugi bertahun-bertahun.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 30 November 2021  |  15:36 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim (kiri) saat Public Expose Krakatau Steel 2020 di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1/2020). - ANTARA / Indrianto Eko Suwarso
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim (kiri) saat Public Expose Krakatau Steel 2020 di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1/2020). - ANTARA / Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) meraih penghargaan dalam ajang TOP BUMN Awards 2021 yang berlangsung pada Selasa (30/11/2021).

Silmy memenangkan kategori TOP CEO in Strategic Leadership untuk perusahaan BUMN sektor nonkeuangan dengan aset di atas Rp15 triliun.

Silmy Karim merupakan Direktur Utama Krakatau Steel sejak 6 September 2018. Sebelumnya, dia pernah memimpin beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Pindad (Persero).

Penugasan Silmy di BUMN diawali saat dia ditugaskan menjadi komisaris di PT PAL (Persero) pada 2011. Penugasan ini membawa misi Kementerian Pertahanan RI membangun kapal selam dan kapal perang di PT PAL (Persero).

Kemudian pada 2014, Silmy ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Pindad (Persero) selama satu tahun tujuh bulan. Setelahnya, pada 2016, Silmy ditugaskan menjadi Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero) hingga 2018.

Di Krakatau Steel, Silmy bersama manajemen baru sukses melakukan restrukturisasi utang pada Januari 2020. Restrukturisasi tersebut ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian restrukturisasi utang pada 12 Januari 2020 antara Krakatau Steel dengan 10 krediturnya.

Sebagai informasi, tren meningkatnya utang perseroan dimulai di tahun 2011 sampai 2018. Akumulasi utang Krakatau Steel mencapai Rp31 triliun, yang disebabkan beberapa hal. Salah satunya adalah pengeluaran investasi yang belum menghasilkan sesuai dengan rencana.

Selain menyelesaikan restrukturisasi, pria kelahiran 1974 ini juga membawa Krakatau Steel meraih laba setelah 8 tahun berturut-turut mengalami kerugian. Krakatau Steel mencatatkan kinerja positif hingga Agustus 2021, dengan mencetak laba bersih Rp800 miliar.

Silmy menyebut, perolehan laba bersih ini berkelanjutan sejak pertama kali dicapai pada 2020, setelah merugi selama delapan tahun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham BUMN baja krakatau steel Kinerja Emiten
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top