Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Berpeluang Terkoreksi Hari Ini, Cermati Saham MNCN dan AGRO

IHSG ditutup menguat 3 poin atau 0,05 persen di level 6.723 pada perdagangan Senin (22/11/2021).
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 23 November 2021  |  08:39 WIB
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah terbatas pada perdagangan Selasa (23/11/2021).

Sebagaimana diketahui, IHSG ditutup menguat 3 poin atau 0,05 persen di level 6.723 pada perdagangan Senin (22/11/2021).

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sektor kesehatan, consumer non-siklus, material dasar, keuangan, industri, bergerak menguat dan mendominasi kenaikan IHSG kemarin. Investor asing di seluruh pasar membukukan penjualan bersih sebesar Rp21,9 miliar.

Berdasarkan analisa teknikal, Nico melihat IHSG berpeluang bergerak melemah terbatas dan diperdagangkan di level 6.676-6.790.

Saham yang menjadi rekomendasi Pilarmas Investindo Sekuritas hari ini adalah MNCN dan AGRO.

Lebih lanjut, Nico mengatakan sentimen datang dari AS dengan terpilihnya Jerome Powell sebagai ketua The Federal Reserve (The Fed) untuk kali kedua.

"Alasannya sederhana, karena perekonomian Amerika terus pulih sejak pandemi dan pemerintah terus bergerak untuk melawan kenaikkan inflasi," tulis Nico dalam risetnya, Selasa (23/11/2021).

Presiden Biden mengatakan bahwa dirinya tetap mempertahankan Powell karena AS membutuhkan stabilitas dan independensi dalam tubuh The Fed.

Dari dalam negeri, sentimen datang dari Asian Development Bank (ADB) yang kembali menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai US$500 juta atau setara dengan Rp7,11 triliun ke Indonesia.

Pinjaman tersebut rencananya akan digunakan untuk membantu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menaikkan produktivitas tenaga kerja, melakukan reformasi di bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, kesehatan dan perlindungan sosial yang bertujuan untuk pembangunan jangka panjang.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.         


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top