Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sisa Lelang SBN Dibatalkan, Ini Strategi Avrist AM Racik Reksa Dana

Pembatalan sisa lelang SBN pada tahun ini akan berimbas positif bagi instrumen reksa dana dengan aset dasar surat utang (SUN).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 09 November 2021  |  13:44 WIB
ilustrasi investasi reksa dana
ilustrasi investasi reksa dana

Bisnis.com, JAKARTA - Avrist Asset Management (Avrist AM) telah menyiapkan sejumlah strategi pengaturan reksa dana untuk memanfaatkan momentum positif dari pembatalan sisa lelang Surat Berharga Negara (SBN) di sisa tahun ini.

Direktur Avrist Asset Management Farash Farich menjelaskan pembatalan sisa lelang SBN pada tahun ini akan berimbas positif bagi instrumen reksa dana dengan aset dasar surat utang (SUN). Salah satu dampak positif tersebut adalah menguatnya harga obligasi baik surat utang pemerintah maupun korporasi

“Efeknya akan positif karena mengurangi risiko dari sisi pasokan,” jelasnya saat dihubungi pada Selasa (9/11/2021).

Ia melanjutkan, Avrist AM telah menyiapkan strategi guna menjaga kinerja produk-produk yang memiliki portofolio surat utang di dalamnya.

Farash menjelaskan, untuk reksa dana pendapatan tetap, pihaknya fokus pada seri-seri benchmark untuk surat utang negara (SUN). Hal ini untuk mempermudah melakukan perubahan durasi seiring dengan perubahan pasar obligasi.

Sementara itu, untuk produk reksa dana pendapatan tetap dengan aset dasar obligasi korporasi, Avrist AM akan fokus pada fundamental perusahaan yang kuat. Menurutnya, hal tersebut amat penting dilakukan mengingat imbal hasil (yield) yang saat ini cenderung terbatas.

Adapun, untuk jenis reksa dana campuran, Farash mengatakan saat ini komposisi produknya lebih dominan pada aset saham. Avrist AM masih akan mempertahankan komposisi tersebut dalam beberapa waktu ke depan.

"Untuk reksa dana campuran kami mayoritas masih di saham, porsi obligasi belum ada perubahan," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan pembatalan sisa lelang Surat Berharga Negara (SBN) di tahun ini karena target pembiayaan APBN tahun 2021 yang berasal dari lelang SBN sudah terpenuhi.

Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, terdapat enam sisa lelang penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di pasar perdana domestik.

“Pembatalan rencana penerbitan SBN di pasar perdana tersebut diputuskan karena target pembiayaan APBN tahun 2021 yang bersumber dari lelang penerbitan SBN sudah terpenuhi dengan mempertimbangkan outlook penerimaan dan belanja negara hingga akhir tahun 2021,” tulisnya dalam keterangan resmi.

Selanjutnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) tahun 2022, pemerintah menyatakan bahwa dimungkinkan untuk melakukan penerbitan SBN pada kuartal IV/2021 dalam rangka memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN tahun 2022 (prefunding).

Pemerintah mengaku akan terus memantau kondisi makro ekonomi dan pasar keuangan di kuartal IV/2021 serta juga akan memantau kebutuhan kas di awal tahun 2022 terkait dengan kemungkinan prefunding tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbn reksa dana investasi reksa dana
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top