Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Saham SMGR Mendadak Ngacir 375 Poin, Efek Apa Nih?

Saham SMGR naik 4,18 persen atau 375 poin menjadi Rp9.350 pada perdagangan Rabu (3/11/2021) pukul 14.08 WIB, meskipun kinerja keuangan menurun.
Hafiyyan & Dwi Niken Tari
Hafiyyan & Dwi Niken Tari - Bisnis.com 03 November 2021  |  14:15 WIB
Saham SMGR Mendadak Ngacir 375 Poin, Efek Apa Nih?
Pekerja memindahkan semen Tonasa (Semen Indonesia Group) ke atas kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/6). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Saham  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengalami penguatan signifikan pada awal perdagangan sesi II hari ini.

Saham SMGR naik 4,18 persen atau 375 poin menjadi Rp9.350 pada perdagangan Rabu (3/11/2021) pukul 14.08 WIB. Sepanjang sesi, SMGR bergerak di rentang Rp8.975-Rp9.400.

Total transaksi saham SMGR mencapai Rp92,86 miliar. Kapitalisasi pasarnya Rp55,46 triliun, dengan valuasi PER 29,97 kali.

Sepanjang 2021, saham SMGR turun 24,75 persen. Namun, dalam 3 bulan terakhir harga saham SMGR naik 21,43 persen.

Sementara itu, manajemen Semen Indonesia membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih per September 2021.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2021, dikutip Senin (1/11/2021), emiten dengan kode saham SMGR ini mengalami penurunan pendapatan sebesar 1,14 persen secara tahunan menjadi Rp25,33 triliun dari posisi pada akhir kuartal III/2020 senilai Rp25,62 triliun.

Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami penurunan sebesar 9,99 persen menjadi Rp1,38 triliun dari sebelumnya Rp1,54 triliun.

Pendapatan dari penjualan semen masih terkoreksi 2,55 persen menjadi Rp20,50 triliun. Sedangkan penjualan terak naik 22,11 persen menjadi Rp2,68 triliun.

Selanjutnya pendapatan beton jadi dan siap pakai dari SMGR turun 13,07 persen menjadi Rp1,16 triliun. Di sisi lain, penjualan kantong semen naik 85,95 persen menjadi Rp84,37 triliun dan persewaan tanah naik 17,34 persen menjadi Rp25,98 triliun.

Pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, SMGR mencatatkan pendapatan dari jasa peledakan sebesar Rp12,86 miliar yang pada tahun lalu tidak ada.

Total aset SMGR terpantau turun 1,79 persen menjadi Rp76,60 triliun dari Rp78 triliun pada akhir tahun lalu. Total ekuitas naik 9,62 persen menjadi Rp39,08 triliun dan total liabilitas susut 11,90 persen sejak awal tahun menjadi Rp35,74 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham semen indonesia BUMN
Editor : Hafiyyan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top