Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Integra Indocabinet (WOOD) Diprediksi Lampaui Ekspektasi Pendapatan Kuartal III/2021

Sejak tahun 2020, WOOD fokus pada penjualan ekspor ke AS, didukung oleh permintaan dari AS karena ketegangan akibat perang dagang China dan AS.
Annisa Saumi
Annisa Saumi - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  12:56 WIB
Integra Indocabinet (WOOD) Diprediksi Lampaui Ekspektasi Pendapatan Kuartal III/2021
PT Integra Indocabinet yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki pabrik seluas 225.000 meter persegi dengan kapasitas pengiriman barang 25 kontainer 40' per bulan.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen kayu PT Integra Indocabinet Tbk. (WOOD) diperkirakan mampu membukukan pendapatan yang lebih baik dari yang diharapkan pada kuartal III/2021.

Analis Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan dalam risetnya menyebutkan, Integra Indocabinet akan mampu membukukan pendapatan yang lebih baik dari yang diharapkan di kuartal III/2021.

"Bahkan mungkin di semester II/2021, didukung oleh meningkatnya permintaan furnitur dari AS menjelang musim liburan," kata Rizkia, Kamis (21/10/2021).

Mirae Asset Sekuritas mencatat, sejak 2020 emiten berkode saham WOOD ini fokus pada penjualan ekspor ke AS, didukung oleh permintaan dari AS karena ketegangan akibat perang dagang China dan AS.

Selain itu, WOOD juga mampu meningkatkan pangsa pasarnya dalam total ekspor furnitur kayu Indonesia ke AS dari 12,9 persen di 2018, menjadi 14,1 persen di 2020.

Penjualan WOOD ke Negeri Paman Sam ini pun meningkat dari Rp862 miliar di semester I/2020, menjadi Rp2 triliun di semester I/2021 atau meningkat 133 persen secara tahunan atau year on year. Penjualan ini berkontribusi 94 persen terhadap total pendapatan perseroan di semester I/2021.

"Kami percaya WOOD akan dapat memanfaatkan keuntungan dari meningkatnya permintaan dari AS untuk produk terkait kayu dan menyusutnya pangsa pasar China di AS," tulisnya.

Rizkia menyebut saham WOOD layak untuk dipertimbangkan oleh investor. Dia percaya dengan meningkatnya pesanan penjualan pada Juli dan Agustus, dan kemungkinan pada September, WOOD akan mampu membukukan peningkatan pendapatan yang substansial di kuartal III/2021.

Adapun risiko investasi dalam saham ini meliputi risiko regulasi, risiko force majeure terkait fasilitas produksi, dan ketergantungan pada permintaan AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Integra Indocabinet
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top