Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Koin dan Token dalam Aset Kripto

Meski nampak sama, baik koin dan token memiliki perbedaan yang sangat jelas. Namun, kerap kali investor sulit membedakannya karena keduanya sering tercampur.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 19 Oktober 2021  |  17:22 WIB
Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Koin dan Token dalam Aset Kripto
Ilustrasi Bitcoin - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam mata uang kripto atau cryptocurrency, sering dijumpai istilah koin dan token. Sering kali investor menganggap koin dan token adalah hal yang sama.

Meski nampak sama, baik koin dan token memiliki perbedaan yang sangat jelas. Namun, kerap kali investor sulit membedakannya karena keduanya sering tercampur.

Lalu, apa yang membedakan antara koin dan token?

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, Selasa (19/10/2021), koin merupakan aset kripto yang memiliki teknologi blockchain sendiri. Misalnya, Bitcoin, Ethereum dan Cardano.

Koin terbentuk dalam proses mining atau penambangan dengan mekanisme Proof of Work ataupun Proof of Stake. Dengan dua mekanisme itu, seseorang dapat menambang atau mendapatkan koinnya sendiri.

Selain itu, koin bertindak sebagai mata uang pada umumnya sehingga dapat digunakan untuk transaksi ataupun disimpan. Namun, bedanya koin merupakan uang dalam bentuk digital. 

Mata uang kripto yang sering dijumpai ialah Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), Litecoin (LTC). Terbaru, El Salvador resmi menjadikan BTC sebagai mata uang resmi negara bersamaan dengan dolar Amerika.

Jika koin berdiri di dalam jaring blockchain milik sendiri, maka secara sederhana token merupakan aset digital yang menggunakan blockchain lain, misalnya Ethereum.

Lebih lanjut, Token terbentuk di dalam aplikasi terdesentralisasi (DApps). DApps yang menggunakan token umumnya lebih mudah untuk dikembangkan, seperti munculnya Keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT).

Token juga merupakan representasi atau mewakili sebuah aset atau utilitas tertentu. Biasanya, token juga berfungsi sebagai alat tukar atau pembayaran dalam sebuah project. 

Token juga dapat disimpan untuk investasi hingga diperdagangkan. Beberapa token yang umum dijumpai yaitu Tether, Polygon, Uniswap, Solana dan Polkadot.

Sebagai contoh, Polygon merupakan platform cryptocurrency India yang berada di dalam blockchain Ethereum. Polygon memiliki untuk menyediakan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency mata uang kripto
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top