Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Waspadai Sentimen Ini untuk Kinerja Reksa Dana Saham di Kuartal IV/2021 

Sentimen global yang positif berasal dari lebih banyaknya penjelasan dari The Fed mengenai tapering off sehingga para investor lebih tenang untuk berinvestasi khususnya untuk investor asing. 
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis/Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja reksa dana saham perlahan mulai mengalami perbaikan dan dinilai prospeknya masih bagus seiring dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga melesat. 

Direktur Avrist Asset Management Farash Farich menyampaikan kinerja IHSG akan berada dalam tren positif pada kuartal IV ini meneruskan kinerja positif dalam beberapa waktu belakangan ini. 

Farash menyampaikan, sentimen global yang positif berasal dari lebih banyaknya penjelasan dari The Fed mengenai tapering off sehingga para investor lebih tenang untuk berinvestasi khususnya untuk investor asing. 

“Saya rasa dari faktor eksternal positif dari lebih banyaknya penjelasan dari The Fed terkait tapering, sehingga investor lebih tenang dan confidence untuk berinvestasi di risky assets seperti saham di Indonesia,” papar Farash kepada Bisnis, Senin (18/10/2021). 

Menurut Farash saat ini valuasi saham tidak mahal dan juga saat ini tengah terjadi pemulihan perekonomian dan bisnis dengan berjalan bertahap. 

Di samping itu, Farash mengungkapkan nilai tukar rupiah juga mendukung tren positif penguatan IHSG dengan bergerak relatif stabil. 

Seiring dengan ini Farash memperkirakan kinerja reksa dana saham di tahun 2022 akan lebih linear dengan pertumbuhan laba emiten terutama saham dengan kapitalisasi besar atau bigcaps.

Pada akhir tahun ini, Farash mengungkapkan bahwa tren positif reksa dana masih bagus khususnya untuk reksa dana indeks LQ45 atau indeks Jakarta Islamic Index (JII) meski kinerjanya saat ini terlihat masih lagging. 

Selain reksa dana saham, Farash juga menyampaikan bahwa reksa dana pendapatan tetap juga menarik untuk dikoleksi oleh investor karena dari sisi inflasi saat ini masih rendah sehingga real yield masih tinggi. 

Berdasarkan data infovesta, per Jumat (15/10/2021), kinerja reksa dana saham sepanjang tahun 2021 tercatat telah berada di teritori positif yaitu tumbuh 2,65 persen. 

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto juga menyampaikan hal serupa, dia pun mengungkapkan bahwa tren positif reksa dana saham juga akan membaik didorong momentum window dressing.

Namun investor harus tetap waspada dengan pengumuman tapering off oleh The Fed pada November mendatang yang berpotensi membuat fluktuasi harga. 

“Namun pengumuman tapering di November dan pelaksanaannya di November/Desember berpotensi membuat fluktuasi harga pada bulan November hingga pertengahan Desember tersebut. Apalagi September dan Oktober ini sudah naik cukup banyak,” ungkap Rudiyanto dihubungi secara terpisah, Senin (18/10/2021). 

Terkait dengan itu, Panin Asset Management menurutnya pada kuartal IV/2021 ini akan memperhatikan valuasi saham pada produk-produknya. Dia menjelaskan, apabila dinilai sudah cukup tinggi, maka akan dipertimbangkan untuk diganti. 

“Untuk reksa dana saham masih sama [strateginya], namun untuk kami memperhatikan valuasi. Apabila sudah cukup tinggi, beberapa kami pertimbangkan untuk diganti dengan saham lain yang masih murah,” paparnya. 

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa untuk produk reksa dana campuran, bobot saham pada produknya akan lebih dimaksimalkan untuk mendulang return dibandingkan obligasi. 

Secara keseluruhan Rudiyanto pun mengakui seluruh instrumen reksa dana saat ini menarik untuk dikoleksi investor sehingga investor bisa melakukan aset alokasi sesuai profil risiko, tujuan investasi dan kondisi keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper