Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Duh! Harga Emas Anjlok 14,5 Poin Gara-Gara Dolar dan Yield Obligasi AS

Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih cepat dari perkiraan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 September 2021  |  06:27 WIB
Duh! Harga Emas Anjlok 14,5 Poin Gara-Gara Dolar dan Yield Obligasi AS
Ilustrasi emas batangan - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas turun tajam ke level terendah dalam tujuh pekan terakhir pada akhir perdagangan Selasa (28/9/2021) karena dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih cepat dari perkiraan.

Dilansir dari Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange merosot 14,5 poin atau 0,83 persen ke level US$1.737,50 per troy ounce.

Sehari sebelumnya, Senin (27/9/2021), emas berjangka naik tipis 0,3 poin atau 0,02 persen ke US$1.752.

Kepala analis komoditas TD Securities Bart Melek mengatakan dot plot yang ditetapkan oleh anggota FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) menandakan kenaikan suku bunga Fed yang lebih awal dari perkiraan,

“Pergerakan yang lebih tinggi melintasi kurva imbal hasil terus berdampak negatif pada emas," kata Bart Melek, dilansir Antara, Selasa (28/9/2021).

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan naik kembali di atas 1,5 persen, level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan, dengan pasar mulai memperhitungkan inflasi masa depan yang lebih tinggi.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan pada Selasa (28/9/2021) bahwa ekonomi AS masih jauh dari mencapai pekerjaan maksimum, komponen kunci dari persyaratan bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang rivalnya naik 0,4 persen, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Dolar telah terapresiasi lebih lanjut selama beberapa hari terakhir, yang menambah tekanan pada harga emas. Pelaku pasar tampaknya memperkirakan kenaikan suku bunga lebih awal akan dilaksanakan oleh The Fed," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

Sementara itu, lembaga riset The Conference Board yang berbasis di AS melaporkan pada Selasa (28/9/2021) bahwa indeks kepercayaan konsumen AS merosot ke 109,3 pada September, terendah tujuh bulan dan turun dari revisi 115,2 pada Agustus. Ini memberikan beberapa dukungan bagi emas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top