Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beli Atau Jual? Begini Proyeksi Gerak Harga Emas Pekan Depan

Imbal hasil Treasury AS dan dolar AS yang lebih kuat setelah pengumuman Federal Reserve yang optimis membuat posisi harga emas lebih berisiko menguji level US$1.700.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 September 2021  |  13:49 WIB
Ilustrasi emas batangan - Bloomberg
Ilustrasi emas batangan - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas bakal menghadapi ujian untuk bertahan di level US$1.700 pada pekan mendatang, di tengah ragam sentimen mulai dari krisis Evergrande, tapering, dan penguatan dolar AS.

Bahkan dengan kekhawatiran Evergrande yang meningkatkan sentimen risk-off dan memicu permintaan terhadap aset safe haven, emas gagal bergerak secara berkelanjutan di atas level US$1.750 per troy ounce pekan ini.

Analis pasar senio OANDA Edward Mya mengatakan imbal hasil Treasury AS dan dolar AS yang lebih kuat setelah pengumuman Federal Reserve yang optimis membuat posisi harga emas lebih berisiko menguji level US$1.700.

"Level US$1.700 bertahan sepanjang tahun ini, kecuali untuk sesaat ketika turun ke $1.680 beberapa kali, tetapi berhasil pulih dengan cepat," kata Moya dikutip dari Kitco, Sabtu (25/9/2021).

Moya menambahkan, emas selalu dapat menemukan pembeli di bawah level ini. tetapi belum terntu hal tersebut terjadi lagi.

"Investor sekarang sedang mempersiapkan The Fed untuk memulai tapering pada November dan selesai pada tahun depan," kata Moya.

Fokus investor pekan depan akan beralih pada debat plafon utang AS. Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan gubernur Federal Reserve Jerome Powell terus menekankan urgensi masalah ini. selain itu, pelaku pasar juga akan memantau perkembangan paket infrastruktur.

Moya mengatakan terhambatnya perkembangan dua peristiwa tersebut dapat memberikan dorongan terhadap harga emas pekan depan.

"Ada kekhawatiran [pembahasan] tidak bisa selesai tepat waktu. Tapi, ujung-ujungnya harus ada kesepakatan plafon utang," katanya.

Sementara itu, Kepala analis global TD Securities Bart Melek mengatakan dengan Powell mengkonfirmasikan dimulainya tapering pada November, risiko terhadap harga emas akan turun.

Di luar hal itu, sentimen positif masih mendukung harga emas sehingga aksi jual yang signifikan tidak mungkin terjadi.

"Dengan tingkat pertumbuhan global yang melambat, akan semakin sulit bagi ekonomi AS untuk mencatat tingkat pertumbuhan yang diinginkan. Dan mengingat tujuan kebijakan Fed mengenai lapangan kerja penuh, mereka akan baik-baik saja dengan inflasi di atas target. Mungkin perlu bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga itu untuk jangka waktu yang lama," kata Melek.

Melek mengatakan harga US$1.700 akan menjadi level support utama untuk harga emas. Jika ada data kuat pekan depan, harga akan beberapa kali menguji level tersebut. Adapun level resisten berada pada US$1.800.

Sejumlah data ekonomi akan dirilis pekan depan, termasuk data pesanan barang tahan lama AS pada hari Senin, laporan PDB kuartal II/2021 pada hari Kamis, dan indeks harga PCE pada hari Jumat, yang merupakan ukuran inflasi preferensi the Fed.

Rilis ekonomi lainnya yang harus diperhatikan adalah indeks harga rumah hari Selasa dan kepercayaan konsumen CB, penjualan rumah pada hari Rabu, serta klaim pengangguran pada Kamis.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini harga emas comex tapering
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top