Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 23 September 2021

Hari ini, rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun berpeluang ditutup menguat di rentang Rp14.230 - Rp14.290 per dolar AS.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 23 September 2021  |  15:08 WIB
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah diprediksi menguat pada hari ini yang cenderung digerakkan oleh sentimen dari luar negeri.

Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup melemah tipis 5 poin atau 0,04 persen ke Rp14.242 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS naik 0,049 poin atau 0,05 persen ke 93,25 pada perdagangan Rabu (23/9/2021).

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan dolar AS masih sempat melemah tipis sebelum kembali menguat, sehari setelah suasana risk-off yang didominasi oleh ketidakpastian pemecahan masalah Evergrande China.

"Untuk perdagangan hari ini, rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun berpeluang ditutup menguat di rentang Rp14.230 - Rp14.290 per dolar AS,” jelas dia dalam riset harian, dikutip Kamis (23/9/2021).

Sentimen dari pernyataan The Fed juga turut dipertimbangkan oleh investor. Mengutip Antara, Federal Reserve membuka jalan untuk mengurangi segera pembelian obligasi bulanannya dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga mungkin mengikuti lebih cepat dari yang diperkirakan.

Adapun setengah dari 18 pembuat kebijakan bank sentral AS memproyeksikan biaya pinjaman perlu meningkat pada 2022.

“Pengurangan pelonggaran kuantitatif tampaknya sangat mungkin terjadi sekarang pada November, tetapi ini adalah sesuatu yang diberikan dan tetap tercantum dalam banyak kriteria kualifikasi jika berbagai risiko muncul, apakah itu debat plafon utang, prospek Covid, intervensi pasar properti China,” kata Steven Violin, manajer portofolio di F.L. Putnam Investment Management Company di Wellesley, Massachusetts.

Sementara itu, tim riset Monex Investindo Futures menjelaskan, dolar AS nampak menguat di awal hari Kamis (23/9), setelah pernyataan The Federal Reserve yang bernada hawkish pada pertemuan semalam. Hal ini memberi sinyal peluang kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS dapat dilaksanakan lebih cepat dari prediksi sebelumnya.

15:03 WIB

Rupiah ditutup melandai

Rupiah parkir di Rp14.242,50 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini atau cenderung mendatar dibanding penutupan kemarin. 

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,18 persen atau 93,29. 

13:44 WIB

Pelemahan rupiah semakin tipis

Rupiah mulai bangkit yang terlihat dari pelemahan yang semakin menipis 0,03 persen menjadi ke Rp14.246,50 per dolar AS. 

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,19 persen menjadi ke posisi 93.29

11:57 WIB

Rupiah tertahan di Rp14.255,50

Hingga 11.40 WIB, rupiah masih betah di zona merah dengan pelemahan 0,09 persen atau 13 poin ke Rp14.255,50 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,11 persen atau 0,10 poin ke 93,36. 

11:13 WIB

Rupiah terdepresiasi 10 poin

Hingga 11.11 WIB, mata uang Garuda terdepresiasi 0,07 persen atau 10 poin ke Rp14.252,50 per dolar AS. 

Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,13 persen ke level 93,35. 

10:14 WIB

Rupiah melemah ke Rp14.261

Hingga 10.11 WIB, rupiah mengalami tekanan dengan pelemahan 0,13 persen atau 18,50 poin ke Rp14.261 per dolar AS

Adapun indeks dolar AS terpantau melemah 0,05 persen ke 93,42

09:03 WIB

Rupiah dibuka melemah

Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan 0,02 persen atau 2,5 poin ke Rp14.245 per dolar AS. 

Sementara itu, indeks dolar AS cenderung mendatar di 93,46. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as Rupiah nilai tukar rupiah
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top