Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keputusan Tapering The Fed Bakal Pengaruhi Nilai Tukar Dolar AS

PT Valbury Asia Future, dalam laporannya menuliskan harga EUR-USD naik karena melemahnya dolar AS setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan dalam pidato yang sangat dinanti.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 28 Agustus 2021  |  19:55 WIB
Keputusan Tapering The Fed Bakal Pengaruhi Nilai Tukar Dolar AS
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Investor diminta mengambil posisi beli terhadap sejumlah mata uang di tengah melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) jelang penerapan kebijakan tapering oleh Federal Reserve (The Fed). 

Dilansir Antara, indeks dolar AS yang diukur dengan greenback terhadap enam mata uang utama anjlok 0,39 persen menjadi 92,6893 semalam. Di antaranya, Euro menguat 0,37 persen menjadi 1,1795; pound sterling menguat 0,47 persen menjadi 1,3764; dan dolar Australia menguat 1,4 persen menjadi 0,7312.

PT Valbury Asia Future, dalam laporannya menuliskan harga EUR-USD naik karena melemahnya dolar AS setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan dalam pidato yang sangat dinanti, yaitu bahwa bank sentral AS dapat mulai mengurangi dukungan besar-besaran terhadap ekonomi, pada akhir tahun ini.

Menurut Valbury, keputusan untuk mengurangi likuditas tidak secepat yang diperkirakan banyak orang di pasar. Secara teknikal, resistance di 1,1843, dan support 1,1709.

Valbury merekomendasikan buy (beli) di level 1,1785, dan stop loss di 1,1745. Sementara, target harga di kisaran 1,1855-1,1875.

Dengan alasan yang sama, GBP-USD naik 0,47 persen ke level 1,3764. Resistance utama 1,3842, dan support 1,3639. Valbury merekomendasikan beli di level 1,3740, dengan target harga 1,3810-1,3840. Stop loss di level 1,3690.

Lalu, AUD-USD naik karena dolar AS melemah setelah Powell mengindikasikan bank sentral AS dapat mulai mengurangi program pembelian obligasi pada akhir 2021, namun tidak memberikan petunjuk batas waktu yang pasti. Resistance di 0,7345, support di 0,7250.

Valbury merekomendasikan beli di level 0,7305, dengan target harga 0,7345-0,7375. Stop loss di 0,7275.

Adapun, dolar AS merosot dalam perdagangan akhir pekan Jumat (27/8/2021) setelah pelaku pasar bereaksi terhadap pidato Powell yang bernada dovish, atau kemungkinan untuk menunda kenaikan suku bunga atau melakukan kebijakan moneter longgar.

Pada Simposium Tahunan Jackson Hole Ekonomi yang digelar Bank Federal Kansas City, Powell menyatakan bahwa The Fed dapat melakukan tapering (pengurangan) pembelian aset tahun ini setelah bank sentral itu menilai secara hati-hati terhadap risiko dari varian Delta.

Dia juga memperingatkan bahwa pergerakan untuk memulai tapering pembelian aset tidak boleh diinterpretasikan sebagai sinyal bahwa kenaikan suku bunga akan segera menyusul.

“Waktu dan laju pengurangan pembelian aset yang akan datang tidak akan ditujukan untuk membawa sinyal langsung mengenai waktu kenaikan suku bunga, di mana kami telah mengartikulasikan tes yang berbeda dan secara substansial lebih ketat,” kata Powell dilansir Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as Kebijakan The Fed tapering
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top