Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Angka Penawaran Meningkat, Simak Rapor Lelang SUN RI Sepanjang 2021

Sepanjang tahun 2021, pemerintah telah melakukan 15 kali lelang SUN. Lelang pada 18 Agustus 2021 akan menjadi lelang edisi 16 pada tahun ini dan kedua untuk bulan Agustus.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 17 Agustus 2021  |  12:24 WIB
ilustrasi obligasi
ilustrasi obligasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan kembali menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Rabu (18/8/2021) besok, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, dikutip Selasa (17/8/2021), pemerintah akan menawarkan tujuh seri dan menargetkan dana indikatif sebear Rp33 triliun dan target maksimal Rp49,5 triliun.

Sepanjang tahun 2021, pemerintah telah melakukan 15 kali lelang SUN. Lelang pada 18 Agustus 2021 akan menjadi lelang edisi 16 pada tahun ini dan kedua untuk bulan Agustus.

Pada lelang SUN perdana yang diadakan pada 5 Januari 2021, pemerintah berhasil menghimpun penawaran sebesar Rp97,168 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp41 triliun.

Jumlah penawaran kemudian mengalami penurunan pada lelang edisi 19 Januari 2021. Kala itu, pemerintah mengumpulkan penawaran sebanyak Rp55,294 triliun dan menyerap Rp24,25 triliun diantaranya.

Pada lelang 2 Februari lalu, jumlah penawaran yang masuk mengalami perbaikan setelah pemerintah menghimpun Rp83,79 triliun. Dari angka tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp35 triliun.

Hasil lelang 16 Februari 2021 kembali mengalami penurunan setelah mengumpulkan penawaran sebanyak Rp60,84 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memutuskan untuk menyerap dana sebesar Rp30 triliun.

Tren negatif tersebut berlanjut pada lelang edisi 2 Maret lalu dengan hasil penawaran Rp49,73 triliun dan penyerapan Rp17 triliun.

Selanjutnya, pada lelang 16 Maret, jumlah penawaran yang masuk adalah sebesar Rp40,08 triliun. Dari hasil tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp18,9 triliun.

Pada lelang 30 Maret, jumlah penawaran yang masuk mencatatkan rekor terendah sepanjang 2021 dengan hasil Rp33,95 triliun. Dari hasil tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp4,75 triliun.

Hasil lelang kemudian mengalami perbaikan pada empat penyelenggaraan terakhir. Lelang 13 April lalu menghasilkan penawaran Rp42,97 triliun, sementara pada penawaran edisi 27 April 2021, pemerintah berhasil menghimpun dana Rp52,74 triliun.

Sementara itu, pada lelang 25 Mei lalu, pemerintah Indonesia mencatatkan hasil penawaran sebesar Rp78,16 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menyerap dana sebanyak Rp32,55 triliun.

Pada lelang 8 Juni lalu, pemerintah berhasil menghimpun penawaran sebanyak Rp78,45 triliun dan penyerapan Rp34 triliun.

Selanjutnya, pada lelang 22 Juni 2021, angka penawaran mengalami penurunan menjadi Rp69,95 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menyerap dana sebesar Rp30 triliun.

Selanjutnya, pada lelang 6 Juli, jumlah penawaran yang masuk adalah sebesar Rp83,42 triliun. Dari hasil tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp34 triliun.

Pada lelang 21 Juli, jumlah penawaran yang masuk tercatat sebanyak Rp95,55 triliun. Dari hasil tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp34 triliun.

Adapun pada lelang 3 Agustus lalu, pemerintah mencatatkan hasil penawaran tertinggi sepanjang 2021, yakni Rp107,78 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menyerap sebanyak Rp34 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obligasi negara surat utang negara djppr
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top