Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semester I/2021: Penjualan dan Laba Sariguna Primatirta (CLEO) Meningkat

Emiten berkode saham CLEO tersebut membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 7,16 persen menjadi Rp529,32 miliar.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 23 Juli 2021  |  13:11 WIB
Semester I/2021: Penjualan dan Laba Sariguna Primatirta (CLEO) Meningkat
PT Sariguna Primatirta Tbk. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten industri minuman PT Sariguna Primatirta Tbk. atau Tanobel Food membukukan peningkatan penjualan maupun laba pada semester pertama tahun 2021. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2020, emiten berkode saham CLEO tersebut membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 7,16 persen menjadi Rp529,32 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun 2020, perseroan meraup penjualan sebesar Rp493,94 miliar. 

Penjualan bersih perseroan terdiri dari penjualan botol dan bukan botol kepada pihak berelasi maupun pihak ketiga. Di mana penjualan bersih produk bukan botol berjumlah total Rp309,35 miliar yang naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp276,39 miliar. 

Selanjutnya penjualan juga berasal dari produk menggunakan botol dengan total sebanyak Rp209.47 miliar, sedangkan pada tahun sebelumnya di periode yang sama menghasilkan Rp200,59 miliar. 

Sedangkan bagian kecil dari penjualan produk lain-lain mengalami penurunan penjualan pada tahun ini yaitu Rp10,49 miliar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp16,97 miliar. 

Peningkatan penjualan tersebut kemudian mendongkrak laba tahun berjalan perseroan sebesar 41,81 persen dari Rp64,70 miliar pada semester I/2020 menjadi Rp91,76 miliar pada semester I/2021. 

Pada semester ini tampak perseroan bisa menekan beban penjualan dan beban keuangan. Adapun beban penjualan semester ini tercatat sebesar Rp62,24 miliar yang turun jika dibandingkan pada semester pertama tahun lalu yaitu sebesar Rp73,92 miliar. 

Kemudian untuk beban keuangan juga berhasil ditekan dari Rp13,25 miliar pada semester I/2020 menjadi Rp9,51 miliar pada semester I/2021. 

Semester I/2021 ini, CLEO mencatatkan peningkatan jumlah aset aset Per menjadi Rp1,39 triliun dibandingkan dengan catatan tahun penuh 2020 atau per 31 Desember 2020 sebesar Rp1,31 triliun. 

Jika diperinci, jumlah aset lancar perseroan yang mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp353,52 miliar, sementara pada catatan tahun penuh 2020 sebanyak Rp254,19 miliar. Di sisi lain, jumlah aset tidak lancar justru mengalami penurunan dari Rp1,06 triliun menjadi Rp1,04 triliun pada semester I/2021.

Dari segi ekuitas, perseroan mencatatkan kenaikan dari Rp894,75 miliar pada catatan per 31 Desember 2020 menjadi Rp958,02 miliar per 30 Juni 2021. 

Lebih lanjut, jumlah liabilitas perseroan juga mengalami peningkatan tipis menjadi Rp435,84 miliar pada semester I/2021, sedangkan pada tahun penuh 2020 perseroan mencatatkan liabilitas sebesar Rp416,19 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Sariguna Primatirta
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top