Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Semester I/2021: Penjualan dan Laba Sariguna Primatirta (CLEO) Meningkat

Emiten berkode saham CLEO tersebut membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 7,16 persen menjadi Rp529,32 miliar.
PT Sariguna Primatirta Tbk./Istimewa
PT Sariguna Primatirta Tbk./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten industri minuman PT Sariguna Primatirta Tbk. atau Tanobel Food membukukan peningkatan penjualan maupun laba pada semester pertama tahun 2021. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2020, emiten berkode saham CLEO tersebut membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 7,16 persen menjadi Rp529,32 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun 2020, perseroan meraup penjualan sebesar Rp493,94 miliar. 

Penjualan bersih perseroan terdiri dari penjualan botol dan bukan botol kepada pihak berelasi maupun pihak ketiga. Di mana penjualan bersih produk bukan botol berjumlah total Rp309,35 miliar yang naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp276,39 miliar. 

Selanjutnya penjualan juga berasal dari produk menggunakan botol dengan total sebanyak Rp209.47 miliar, sedangkan pada tahun sebelumnya di periode yang sama menghasilkan Rp200,59 miliar. 

Sedangkan bagian kecil dari penjualan produk lain-lain mengalami penurunan penjualan pada tahun ini yaitu Rp10,49 miliar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp16,97 miliar. 

Peningkatan penjualan tersebut kemudian mendongkrak laba tahun berjalan perseroan sebesar 41,81 persen dari Rp64,70 miliar pada semester I/2020 menjadi Rp91,76 miliar pada semester I/2021. 

Pada semester ini tampak perseroan bisa menekan beban penjualan dan beban keuangan. Adapun beban penjualan semester ini tercatat sebesar Rp62,24 miliar yang turun jika dibandingkan pada semester pertama tahun lalu yaitu sebesar Rp73,92 miliar. 

Kemudian untuk beban keuangan juga berhasil ditekan dari Rp13,25 miliar pada semester I/2020 menjadi Rp9,51 miliar pada semester I/2021. 

Semester I/2021 ini, CLEO mencatatkan peningkatan jumlah aset aset Per menjadi Rp1,39 triliun dibandingkan dengan catatan tahun penuh 2020 atau per 31 Desember 2020 sebesar Rp1,31 triliun. 

Jika diperinci, jumlah aset lancar perseroan yang mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp353,52 miliar, sementara pada catatan tahun penuh 2020 sebanyak Rp254,19 miliar. Di sisi lain, jumlah aset tidak lancar justru mengalami penurunan dari Rp1,06 triliun menjadi Rp1,04 triliun pada semester I/2021.

Dari segi ekuitas, perseroan mencatatkan kenaikan dari Rp894,75 miliar pada catatan per 31 Desember 2020 menjadi Rp958,02 miliar per 30 Juni 2021. 

Lebih lanjut, jumlah liabilitas perseroan juga mengalami peningkatan tipis menjadi Rp435,84 miliar pada semester I/2021, sedangkan pada tahun penuh 2020 perseroan mencatatkan liabilitas sebesar Rp416,19 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper