Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap Private Placement, MPPA Minta Restu Pemegang Saham Besok

Matahari Putra Prima bermaksud menerbitkan sebanyak-banyaknya 752,91 juta saham yang mewakili 10 persen saham baru dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 15 Juli 2021  |  14:28 WIB
Petugas Hypermat tengah memindahkan barang belanjaan konsumen. Layanan park and pick up menjadi salah satu layanan baru PT Matahari Putra Prima Tbk. sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). - hypermart.co.id
Petugas Hypermat tengah memindahkan barang belanjaan konsumen. Layanan park and pick up menjadi salah satu layanan baru PT Matahari Putra Prima Tbk. sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). - hypermart.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten peritel PT Matahari Putra Prima Tbk. akan meminta restu pemegang saham besok, Jumat (16/7/2021), untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement.

Dalam keterbukaan informasi pada Kamis (15/7/2021), manajemen Matahari Putra Prima mengatakan perseroan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 Juli 2021 untuk meminta persetujuan dari pemegang saham atas rencana aksi korporasi tersebut.

Emiten dengan kode saham MPPA ini bermaksud menerbitkan sebanyak-banyaknya 752,91 juta saham yang mewakili 10 persen saham baru dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh saat keterbukaan informasi disampaikan.

Adapun, harga pelaksanaan belum ditetapkan tetapi akan merujuk pada ketentuan Peraturan No. I-A yaitu paling sedikit 90 persen dari rata-rata harga penurupan saham MPPA dalam 25 hari terakhir seelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan.

Dengan asumsi harga pelaksanaan sekurang-kurangnya Rp891 per saham, perseroan berpotensi meraih dana segar setelah dikurangi biaya-biaya emisi senilai Rp670,84 miliar.

Dana tersebut akan digunakan oleh MPPA untuk stuktur modal kerja dalam rangka mendukung pengembangan dan pelaksanaan strategi bisnis ritel baik online maupun offline, serta memperkuat neraca perseroan.

Penambahan modal ini nantinya dapat dilaksanakan secara sekaligus maupun bertahap dalam jangka 2 tahun setelah mendapat persetujuan RUPSLB.

Lebih lanjut, private placement ini disebut tidak akan menyebabkan perubahan pengendali MPPA yaitu PT Multipolar Tbk. Apabila peegang saham tidak melaksanakan haknya dalam private placement ini, maka pemegang saham MPPA akan mengalami dilusi sebesar 9,09 persen.

Sebelumnya, Direktur PT Multipolar Tbk. Agus Arismunandar mengatakan perseroan akan menambah kepemilikan saham lewat private placement MPPA tersebut setelah perseroan menjual 11,9 persen saham MPPA yang dimiliki.

Adapun, hasil transaksi jual itu disebut akan kembali diinvestasikan ke MPPA.

“Pelepasan saham MPPA dilatarbelakangi oleh niat perseroan sebagai pemegang saham terbesar di MPPA untuk memperkuat struktur keuangan MPPA, dan transaksi ini bertujuan untuk mendapatkan dana investor untuk kemudian akan diinvestasikan kembali ke MPPA,” kata Agus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grup lippo multipolar matahari putra prima private placement
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top