Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Berpeluang Terkoreksi, Ini Sebabnya

Pada perdagangan Senin kemarin, nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,39 persen atau 56 poin ke level Rp14.476,5 per dollar AS.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Juli 2021  |  06:17 WIB
Rupiah Berpeluang Terkoreksi, Ini Sebabnya
Karyawan menghitung mata uang rupiah di salah satu cabang MNC Bank, Jakarta. Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah berpotensi melemah pada perdagangan di pasar spot hari ini, Selasa (6/7/2021).

"Mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp14.450 - Rp14.520," jelas Ibrahim Assuaibi Direktur TRFX Garuda Berjangka dikutip dari laporannya.

Adapun, pada perdagangan Senin kemarin, nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,39 persen atau 56 poin ke level Rp14.476,5 per dollar AS. Nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp14.472,5--Rp14.495 sepanjang hari ini.

Ibrahim menerangkan dolar melemah terhadap mata uang lainnya, menghentikan kenaikan baru-baru ini, setelah laporan pekerjaan AS terbaru meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga AS yang lebih awal dari perkiraan.

"Investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan terbaru Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) penetapan suku bunga Fed, yang akan dirilis akhir pekan ini. Risalah akan diteliti dengan cermat karena pada pertemuan ini The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang dimulai pada 2023 dalam perubahan hawkish yang mengejutkan dalam kebijakan moneternya," jelasnya, Senin (5/7/2021).

Dari sisi dalam negeri, pasar merespons positif Isu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang sudah diterapkan pemerintah akibat lonjakan kasus Covid-19.

Pemberlakuannya dianggap tidak begitu menakutkan karena masyarakat menerima dengan iklas atas PPKM Darurat tersebut dan juga pemerintah terus melakukan vaksinasi di saat diberlakukan PPKM Darurat.

Di sisi lain, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengungkapkan sentimen penguatan hari ini lebih kepada data tenaga kerja AS yang nampaknya tidak sebaik ekspektasi pasar.

"Data pengangguran ternyata mengalami kenaikan dan juga ekspektasi kenaikan upah yang tidak jauh lebih tinggi," jelasnya kepada Bisnis, Senin (5/7/2021).

Sementara itu, dia memproyeksikan pergerakan rupiah akan mixed dengan kelanjutan sentimen data dari AS dan kelanjutan dari harga minyak pada esok hari ini.

Menurutnya, saat ini ada kekhawatiran harga minyak akan kembali turun setelah adanya wacana rencana kenaikan produksi dari OPEC.

Sementara dari dalam negeri, meskipun kenaikan kasus Covid-19 mengalami kenaikan, hal ini sudah diantisipasi oleh pasar. Di sisi lain, periode pembukaan SBN ritel juga berpeluang mendorong permintaan rupiah.

"Atas beragam pertimbangan di atas, saya proyeksikan rupiah akan kembali menguat di kisaran 14.420 sampai dengan 14.430," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah nilai tukar rupiah fomc
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top