Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Positif, Begini Strategi Cuan Indofarma (INAF) Sepanjang 2021

Indofarma menerapkan pengelolaan saluran distribusi dan pelanggan yang lebih efektif, baik di kantor pusat maupun di kantor cabang.
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah tiga tahun menderita kerugian./indofarma.id
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah tiga tahun menderita kerugian./indofarma.id

Bisnis.com, JAKARTA – Supaya mencapai target kinerja pada 2021, emiten BUMN farmasi PT Indofarma Tbk. (INAF) menerapkan dua strategi utama yakni strategi portofolio penjualan dan portofolio produk.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto menuturkan strategi emiten berkode INAF ini meliputi pertumbuhan berkelanjutan pada tiga fokus kategori yaitu alat kesehatan, obat-obatan dan mulai menggarap herbal.

"Kami akan meningkatkan kontribusi dari saluran penjualan yang potensial seperti rumah sakit swasta, klinik dan apotik," katanya kepada Bisnis, Selasa (15/6/2021).

INAF juga akan menerapkan “road to market” melalui pengelolaan saluran distribusi dan pelanggan yang lebih efektif baik di kantor pusat maupun di kantor cabang.

Sementara untuk strategi produk, perseroan akan menerapkan “product focus” agar pengelolaan sumber daya bisa lebih optimal.

"Sejalan dengan product focus, kami akan melakukan beberapa investasi untuk produk baru seperti gloves, meltblown, test antigen, jarum suntik dan produk branded untuk farma," kata Arief.

Perseroan juga akan meningkatkan portfolio dari produk-produk yang “cash to cash cycle” relatif pendek sehingga dapat mengoptimalkan arus kas perusahaan.

"Dalam bidang SDM beberapa kunci strategi yang urgen untuk dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan produktifitas SDM antara lain akhlak, pelatihan dan talent management," paparnya.

INAF mencatat penjualan bersih sebesar Rp373,20 miliar sepanjang kuartal I/2021.

Berdasarkan publikasi perseroan, realisasi tersebut meningkat sebesar Rp225,04 miliar atau 152 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp148,16 miliar.

Peningkatan penjualan bersih tersebut terutama ditopang dari penjualan segmen produk ethical sebesar Rp191,87 miliar dan alat kesehatan sebesar Rp175,49 miliar.

Arief menjelaskan, keberhasilan peningkatan penjualan tersebut berkontribusi positif pada pencapaian laba bersih perseroan Rp1,8 miliar pada kuartal I/2021, setelah mengalami kerugian bersih Rp21,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper