Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Emas Anjlok Menyusul Penguatan Dolar AS

Pelaku pasar tengah mempersiapkan kemungkinan pernyataan dari bank sentral AS, Federal Reserve tentang tapering.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Juni 2021  |  05:53 WIB
Emas batangan cetakan PT Aneka Tambang Tbk. Harga emas 24 karat Antam dalam sepekan terakhir mengalami lonjakan hingga menyentuh hampir Rp1 juta per gram. - logammulia.com
Emas batangan cetakan PT Aneka Tambang Tbk. Harga emas 24 karat Antam dalam sepekan terakhir mengalami lonjakan hingga menyentuh hampir Rp1 juta per gram. - logammulia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena data pekerjaan dan sektor jasa Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan mengangkat dolar lebih tinggi.

Mengutip Antara, Jumat (4/06/2021), rilis data tenaga kerja AS tersebut juga mendorong ekspektasi bahwa data ekonomi yang kuat dapat memicu kembali pembicaraan pengurangan pembelian obligasi atau tapering dari Federal Reserve.

Pada perdagangan Kamis waktu AS, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$36,6 atau 1,92 persen, menjadi ditutup pada US$1.873,30 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (2/6/2021), emas berjangka menguat US$4,9 atau 0,26 persen menjadi US$1.909,90 per ounce.

Emas berjangka turun tipis 30 sen atau 0,02 persen menjadi US$1.905 pada Selasa (1/6/2021), setelah meningkat US$6,8 atau 0,36 persen menjadi US$1.905,30 pada Jumat (28/5/2021), dan merosot US$5,3 atau 0,28 persen menjadi US$1.898,50 pada Kamis (27/5/2021).

Pasar AS tutup pada Senin (31/5/2021) untuk libur Memorial Day.

"Kami keluar dari kesulitan (ekonomi) di sini, data semakin baik, ada beberapa masalah inflasi yang dapat meredam banyak hal, tetapi kami telah berbelok," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Menurut dia, data yang lebih baik dari perkiraan telah membuat para pedagang emas bertahan. Pelaku pasar sedang mempersiapkan kemungkinan pernyataan dari Federal Reserve tentang tapering atau suku bunga yang lebih tinggi.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,7 persen, membuat emas mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menguat.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (3/6/2021) bahwa klaim pengangguran mingguan baru AS turun 20.000 menjadi 385.000 dalam pekan yang berakhir 29 Mei. Angka tersebut telah turun untuk minggu kelima berturut-turut, menandakan pemulihan pasar tenaga kerja yang kuat.

Sementara pengusaha swasta meningkatkan perekrutan pada Mei, laporan ketenagakerjaan nasional Automatic Data Processing (ADP) menyatakan 978.000 pekerjaan baru sektor swasta pada Mei, jauh di atas kenaikan 680.000 yang diperkirakan oleh para ekonom.

Sementara itu, ukuran aktivitas industri jasa AS meningkat ke rekor tertinggi pada Mei.

"Hasil ADP yang jauh lebih kuat dari perkiraan menunjukkan lonjakan serupa dalam daftar gaji besok setelah hasil buruk bulan lalu telah mendorong dolar lebih tinggi dan memicu likuidasi panjang emas di bawah US$1.890," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam di BMO.

Fokus pelaku pasar sekarang beralih ke angka-angka penggajian nonpertanian AS yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli terpantau turun 72,7 sen atau 2,58 persen, menjadi ditutup pada US$27,477 per ounce.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas harga emas dunia

Sumber : Antara

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top