Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Boros Listrik & Bikin Blackout, Iran Larang Penambangan Bitcoin

Di Iran terdapat 50 pusat penambangan berlisensi yang tersebar di 14 dari 31 provinsinya dan totalnya mengonsumsi 209 megawatt listrik.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 28 Mei 2021  |  14:05 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani  - reuters
Presiden Iran Hassan Rouhani - reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Iran melarang penambangan Bitcoin maupun mata uang kripto lainnya alias cryptocurrency setelah serangkaian pemadaman listrik di kota-kota besar di negara tersebut. Pemadaman listrik ini menjadi tanda terbaru dari meningkatnya ketidaknyamanan atas penggunaan energi aset digital tersebut. 

Mengutip Bloomberg pada Jumat (28/5/2021), larangan ini segera berlaku sesaat setelah pemadaman listrik, Rabu (26/5/2021) waktu setempat hingga 22 September 2021 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani melalui televisi pemerintah. 

Selain terkait pemadaman listrik pemerintah Iran juga turut serta menggemakan larangan regional yang diberlakukan oleh negeri tirai bambu, China. 

Ditambah dengan keputusan produsen mobil listrik AS Tesla Inc. yang mengumumkan tidak akan menggunakan token Bitcoin untuk penjualan mobilnya setelah sempat menyatakan rencananya untuk menerima pembelian menggunakan Bitcoin.

Keduanya diketahui tidak menggunakan mata uang kripto tersebut terkait dengan masalah lingkungan, yang kemudian juga memicu penurunan nilai Bitcoin yang sempat menembus rekor tertinggi pada April lalu. 

Pejabat Iran menyalahkan lonjakan pertambangan Bitcoin dan juga peningkatan manufaktur dan penurunan pasokan tenaga air atas pemadaman listrik yang merusak bisnis dan kehidupan sehari-hari. 

Pemerintah setempat melaporkan telah menindak 85 persen penambang cryptocurrency yang tidak memiliki izin, bahkan meminta mata-mata untuk menemukan penambang yang menyembunyikan komputer di berbagai tempat, mulai rumah hingga masjid.

Harga listrik bersubsidi di sana memungkinkan penambang untuk menjalankan komputer kompleks yang bersaing untuk memecahkan masalah matematika dan menerima Bitcoin sebagai hadiahnya. 

University of Cambridge memperkirakan Iran adalah rumah bagi 3,4 persen penambangan Bitcoin dalam empat bulan pertama tahun 2020,menempatkannya di peringkat keenam secara global. Sementara China jauh memimpin 69,3 persen. 

Sementara berdasarkan perkiraan perusahaan analitik Elliptic, Iran berada 1 persen lebih tinggi dibandingkan perkiraan University of Cambridge di angka 4,4 persen. 

Di Iran sendiri terdapat 50 pusat penambangan berlisensi yang tersebar di 14 dari 31 provinsinya dan totalnya mengonsumsi 209 megawatt listrik ungkap operator jaringan Tavanir dalam sebuah pernyataan resmi pada Rabu (26/5/2021). 

Saat ini Iran tengah bernegosiasi dengan AS dan kekuatan dunia lainnya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015, yang meringankan sanksi dan memungkinkan perusahaan asing untuk menyediakan investasi infrastruktur yang dibutuhkan jaringan listrik negara itu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran bitcoin cryptocurrency
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top