Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Dibuka Koreksi, Saham BUMN BMRI, BBRI, TLKM Dijual Asing

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG turun 0,25 persen menjadi 5.819,86. Terpantau 110 saham naik, 85 saham melemah, dan 212 saham stagnan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  09:03 WIB
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melesu pada perdagangan Rabu (19/5/2021) seiring dengan aksi jual investor asing.

Saat preopening, IHSG koreksi 0,3 persen atau 17,26 poin menjadi 5.817,14. Dari seluruh saham Indeks LQ45, sejumlah 5 saham naik, 21 saham lesu, dan 19 saham stagnan.

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG turun 0,25 persen menjadi 5.819,86. Terpantau 110 saham naik, 85 saham melemah, dan 212 saham stagnan.

Investor asing cenderung melakukan aksi jual dengan net sell Rp10,23 miliar. Saham BMRI, BBRI, TLKM menjadi sasaran aksi jual, sementara investor asing masuk ke BBCA, UNTR, ACES.

Direktur PT MNC Asset Management Edwin Sebayang menyampaikan awan mendung nampaknya masih menyelimuti Bursa Indonesia hari ini. IHSG pun diperkirakan kembali tertekan dan lesu.

Sejumlah faktor yang menekan IHSG ialah kombinasi kejatuhan Indeks DJIA sebesar -0,78 persen, turunnya harga komoditas minyak -1,48 persen, dan kembali naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun kelevel 1.6420 persen.

"Di sisi lain, ada perkiraan akan kembali naiknya korban terjangkit Covid-19 di tengah lambatnya vaksinasi yang diperkirakan baru mencapai 3,3 persen dari jumlah penduduk Indonesia," paparnya dalam publikasi riset, Rabu (19/5/2021).

Dilain pihak, saham berbasis komoditas CPO, Gold, Coal, Nikel dan Timah diharapkan menguat menyusul naiknya harga komoditas tersebut seperti CPO +4 persen, Gold +0,13 persen, Nikel +0,50 persen, dan Timah menguat sebesar +1,18 persen.

Edwin memprediksi hari ini IHSG bergerak di rentang 5.797-5.887, dan rupiah di level Rp14.200-14.335 per dolar AS.

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Dimas WP Pratama menyampaikan Wall Street kembali melanjutkan pelemahan pada Selasa (18/5/2021), yang dipimpin oleh koreksi pada sektor energi.

Investor merespons negatif rilis angka penjualan rumah baru yang turun tajam pada bulan April lalu. Sementara itu, Menkeu AS Janet Yellen menyatakan dukungan terhadap rencana kenaikan pajak korporasi untuk membiayai agenda infrastruktur pemerintahan Biden.

Dari bursa domestik, IHSG berhasil ditutup secara flat meski sempat melemah menembus ke bawah 5.800. Dimulainya program vaksinasi gotong royong sedikit meredakan kekhawatiran akan naiknya angka kasus Covid-19 pasca libur lebaran.

"Secara teknikal, IHSG berpeluang kembali bergerak ke area positif dengan rentang level 5.817 - 5.909," imbuhnya.

Pada perdagangan Selasa (18/5/2021) IHSG parkir di level 5.834,39 setelah menguat 0,01 persen atau 0,53 poin. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.782,77-5.855,67.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top