Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Merger dengan Grab, Saham Altimeter Justru Anjlok

Anjloknya saham Altimeter terjadi setelah mengumumkan merger dengan Grab Holdings pada 14 April 2021.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  15:40 WIB
Ilustrasi pengemudi ojek daring Grab. - Reuters/Beawiharta
Ilustrasi pengemudi ojek daring Grab. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - Harga saham Altimeter Growth Corp, perusahaan cangkang yang belum lama ini merger dengan raksasa internet Grab Holdings Inc., bergerak di kisaran level terendahnya tahun ini.

Berdasarkan data Bloomberg, saham Altimeter ditutup di level US$11,06 pada perdagangan Kamis (13/5/2021) di Nasdaq. Harga saham mendekati level terendahnya pada tahun ini di kisaran US$10,98.

Anjloknya saham Altimeter terjadi setelah perusahaan rintisan paling berharga di Asia Tenggara Grab Holdings mengumumkan merger pada 14 April dengan perusahaan cangkang atau Special Purpose Acquisition Company (SPAC), Altimeter Capital Management Brad Gerstner, untuk go public di AS pada Juli 2021.

Saham Altimeter telah terkoreksi 28 persen sejak kesepakatan itu diungkapkan. Padahal, merger kedua perusahaan itu digadang-gadang menjadi aksi terbesar yang pernah terjadi di perusahaan cangkang.

Grab Holdings akan memiliki nilai kapitalisasi pasar sekitar US$39,6 miliar melalui kombinasi dengan Altimeter. Angka itu mengumpulkan lebih dari US$4 miliar dari investor termasuk BlackRock Inc., Fidelity International dan T. Rowe Price Group Inc. sebagai bagian dari penawaran ekuitas AS terbesar oleh sebuah perusahaan Asia Tenggara.

Angus Mackintosh, pendiri CrossASEAN Research, mengatakan bahwa harga saham Altimeter pada level saat ini tidak akan membuat perbedaan besar dari perspektif pencatatan Grab.

“Itu hanya berarti keuntungan yang akan disadari oleh pemilik SPAC akan berkurang sampai batas tertentu. Mereka [Grab] telah secara efektif mengunci investor dengan penilaian valuasi US$40 miliar. Apakah Grab dapat mempertahankan penilaian yang tinggi setelah pencatatan, mengingat lanskap kompetitif, adalah pertanyaan yang lebih besar,” ujar Angus dikutip dari Bloomberg, Jumat (14/5/2021).

Sementara itu, Nirgunan Tiruchelvam, kepala penelitian ekuitas sektor konsumen di Tellimer di Singapura, mengatakan bahwa penurunan harga saham Altimeter menunjukkan pasar tidak nyaman dengan penilaian yang dijanjikan untuk Grab, serta indikasi kelemahan di pasar SPAC yang lebih luas.

Berdasarkan riset Bloomberg, dalam lima kuartal terakhir perusahaan cangkang telang menggalang dana segar mencapai US$181 miliar, atau setara dengan 55 persen dari total keseluruhan aksi IPO di New york.

Tidak hanya itu, lebih dari 50 SPAC mengumumkan rencana untuk mengumpulkan US$17 miliar gabungan selama satu minggu pada Februari lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merger StartUp grab indonesia
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top