Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operator Besar Pipa Minyak di AS Lumpuh Setelah Serangan Siber

Colonial Pipeline yang merupakan operator pipa bensin terbesar di AS menghentikan semua operasi pipanya lantaran serangan siber
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 09 Mei 2021  |  14:47 WIB
Logo Colonial Pipeline
Logo Colonial Pipeline

Bisnis.com, JAKARTA – Operator pipa bensin terbesar di Amerika Serikat (AS) berhenti beroperasi pada Jumat (7/5/2021) malam setelah serangan siber atau ransomware yang mengancam akan mengguncang pasar energi dan meningkatkan pasokan gas dan solar di Pantai Timur, AS. 

Mengutip Bloomberg, Colonial Pipeline mengatakan dalam pernyataan resmi, Sabtu (8/5/2021) sedang membuat sebagian sistemnya offline untuk menahan ancaman, dan untuk sementara menghentikan seluruh operasi pipeline. Saat ini perusahaan tengah berupaya agar bisnis kembali berjalan normal. 

"Dengan proaktif membuat sistem tertentu offline untuk menahan ancaman, telah menghentikan sementara semua operasi pipeline, yang mempengaruhi beberapa sistem IT kami,” ditulis dalam keterangan resmi dikutip Minggu (9/5/2021). 

Sementara itu, firma keamanan siber FireEye Inc. mengatakan divisi tanggap insiden Mandiant saat ini sedang membantu penyelidikan. Pihak Gedung Putih kemudian mengatakan Presiden AS Joe Biden mendapat pengarahan mengenai insiden Sabtu pagi tersebut. 

Colonial merupakan arteri utama pasokan minyak di bagian timur AS. Perusahaan ini merupakan sumber utama bensin, solar, dan bahan bakar jet untuk East Coast, AS dengan kapasitas sekitar 2,5 juta barel per hari mulai dari Houston hingga North Carolina, dan tambahan 900.000 barel per hari ke New York. 

Senior threat analis di firma keamanan siber Recorded Future Allan Liska mengungkapkan serangan ransomware tersebut tampaknya menggunakan grup siber bernama DarkSide. 

Krisis ancaman peretasan terhadap infrastruktur makin berkembang dan mendorong Gedung Putih untuk merespons pada bulan lalu dengan rencana untuk mencoba meningkatkan keamanan utilitas dan pasokan mereka. Jaringan pipa menjadi perhatian khusus karena mereka memainkan peran sentral di banyak bagian perekonomian AS.

Serangan terbaru datang saat industri energi negeri Paman Sam tersebut bersiap untuk aktivitas musim panas. Di mana permintaan bahan bakar meningkat seiring dengan pelonggaran pembatasan ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Kejadian ini juga menjadi pengingat peristiwa tidak menyenangkan serupa pada 2018 saat serangan dunia maya menjatuhkan sistem komunikasi beberapa operator pipa gas alam AS. 

Juru bicara Gedung Putih menyampaikan pemerintah Federal tengah menilai implikasi dari insiden tersebut, termasuk bagaimana menghindari gangguan pasokan dan membantu perusahaan memulihkan operasional secepat mungkin. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak harga komoditas serangan siber

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top