Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspektasi Pertumbuhan Ekonomi Masih Kuat, Wall Street Menghijau

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,24 persen ke level 34.127 pada awal perdagangan pukul 10.09 waktu New York (21.09 WIB),
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 April 2021  |  21:17 WIB
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York -  Bloomberg / Demetrius Freeman
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York - Bloomberg / Demetrius Freeman

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada awal perdagangan Senin (26/4/2021) di tengah keyakinan investor bahwa bank sentral AS akan tetap akomodatif bahkan ketika pertumbuhan ekonomi kembali ke level sebelum pandemi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,24 persen ke level 34.127 pada awal perdagangan pukul 10.09 waktu New York (21.09 WIB),

Pada saat yang sama, indeks S&P 500 menguat 0,31 persen ke level 4.193,20, sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat 0,36 persen ke level 14.065,86.

Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun bangkit kembali dari rata-rata pergerakan 50 hari, tetapi tetap di bawah level 1,60 persen dan mempertahankan tawaran risk-on untuk aset global, termasuk pasar negara berkembang.

Investor akan fokus pada pendapatan perusahaan dan data ekonomi AS pekan ini bahkan ketika Federal Reserve diperkirakan memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan pada pertemuan dua hari yang berakhir Rabu pekan ini.

Meskipun negara-negara berkembang dari India hingga Brasil bergulat dengan lonjakan Covid-19 atau pembatasan baru, negara maju berada pada jalur pemulihan yang lebih kokoh dengan kecepatan vaksinasi yang lebih cepat.

“Kami telah memperdebatkan kemungkinan breakout imbal hasil obligasi, dan terus percaya bahwa pasar saham akan dapat mentolerir kenaikan tersebut, karena kebijakan pertumbuhan tetap mendukung,” ujar analis JPMorgan Chase & Co Mislav Matejka, Prabhav Bhadani, dan Nitya Saldanha, seperti dilansir Bloomberg.

“Fase kenaikan ada di depan kita. Pada saat yang sama, kelebihan likuiditas kemungkinan akan tetap mencukupi karena pembuat kebijakan masih bersikap hati-hati," lanjut mereka.

Investor menantikan data produk domestik bruto (PDB) AS yang dirilis Kamis pekan ini. Analis memperkirakan PDB kuartal I/2021 akan naik 6,9 persen dibandingkan kenaikan 4,3 persen pada kuarta sebelumnya.

Data lain pekan ini diperkirakan menunjukkan peningkatan kepercayaan konsumen dan pengeluaran pribadi yang kuat. Indikator terbaru memperkuat optimisme ekonomi, dengan pesanan barang tahan lama rebound di bulan Maret dan output produsen dan penyedia layanan mencapai rekor tertinggi di bulan April.

Banyaknya rilir laporan keuangan dari emiten-emiten besar termasuk Tesla Inc., Facebook Inc. dan Apple Inc. juga akan dinantikan oleh investor yang tengah mencari petunjuk mengenai kinerja perusahaan dalam pemulihan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top