Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Komut Sunlake (SNLK) Tambah 7 Juta Saham

Dalam laporannya ke Bursa Efek Indonesia pada Selasa (20/4/2021), Surjo menyampaikan dirinya menambah 7 juta saham SNLK pada 16 April 2021. Harga pembelian Rp424, sehingga total transaksi mencapai Rp2,97 miliar.
Foto bersama para direksi PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK) dalam seremoni pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia./Istimewa
Foto bersama para direksi PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK) dalam seremoni pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Komisaris Utama PT Sunter Lakeside Hotel Tbk. (SNLK) Surjo Luhur Hidajat menambah kepemilikan sahamnya di perseroan.

Dalam laporannya ke Bursa Efek Indonesia pada Selasa (20/4/2021), Surjo menyampaikan dirinya menambah 7 juta saham SNLK pada 16 April 2021. Harga pembelian Rp424, sehingga total transaksi mencapai Rp2,97 miliar.

"Tujuan transaksi ialah investasi," papar Surjo dalam keterangannya.

Setelah transaksi, Surjo memegang 22 juta saham SNLK dari sebelumnya 15 juta saham. Secara persentase, Surjo memegang 4,89 persen saham SNLK, naik 1,56 persen dari sebelumnya 3,33 persen.

Pada sesi I hari ini, saham SNLK koreksi 2,15 persen atau 10 poin menjadi Rp456. Valuasi PER 6,09 kali dengan kapitalisasi pasar Rp205,2 miliar.

Perseroan yang bergerak di bidang perhotelan PT Sunter Lakeside Hotel Tbk. resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Senin (29/3/2021) melalui aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Perseroan menawarkan sejumlah 150.000.000 saham baru yang setara dengan 33,33 persen dari seluruh total modal disetor penuh setelah IPO. Dengan harga penawaran saham ditetapkan Rp150 per saham, sehingga perseroan akan mengumpulkan dana segar sebanyak Rp22,5 miliar.

SNLK menjadi emiten ke-10 yang tercatat di BEI pada tahun 2021. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi PT Victoria Sekuritas Indonesia.

Direktur Utama Sunter Lakeside Hotel Sapto Utomo Hidajat menyampaikan langkah IPO dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.

“Kami melakukan IPO di tahun ini untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dan tata kelola perusahaan serta membuka akses terhadap sumber pendanaan di pasar modal,” paparnya.

Rencananya, emiten tersebut akan mengembangkan fasilitas utama dan fasilitas penunjang hotel dan juga melalui program renovasi long stay room yang akan dilaksanakan dalam dua tahun. Di mana 32,22 persen dana akan digunakan pada tahun 2021. Sisanya 67,78 persen digunakan di tahun 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper