Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diagnos Genomics (DGNS) Ekspansi ke Bisnis Tes DNA

Perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp52 miliar sepanjang 2020. Jumlah itu naik 468 persen dibandingkan dengan tahun sebelumya yang sebesar Rp9,2 miliar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 09 April 2021  |  16:29 WIB
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) mencatat jumlah pemeriksaan tes swab PCR (Polymerase Chain Reaction) melonjak tajam terutama sejak pemerintah memberlakukan ketentuan rapid antigen bagi pendatang.  - diagnos.co.id
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) mencatat jumlah pemeriksaan tes swab PCR (Polymerase Chain Reaction) melonjak tajam terutama sejak pemerintah memberlakukan ketentuan rapid antigen bagi pendatang. - diagnos.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) merilis Circle DNA by Diagnos Genomics yang mampu membaca lebih dari 500 data genetik.

Managing Director Diagnos Laboratorium Utama Dennis Jacobus mengatakan penerapan konsep tes genetik merupakan hal berguna. Pasalnya tes DNA atau tes genetik dapat membaca kebutuhan nutrisi dan bakat yang dimiliki oleh pasien.

“Di masa depan, setiap individu akan memiliki paspor genomik mereka sendiri dan paspor ini mengandung data yang menunjukkan profil genetik seseorang, apa yang mereka butuhkan, kapan dan bagaimana cara pemenuhan kebutuhan yang optimal” ujar Dennis dalam keterangan resmi (9/4/2021).

Dennis menambahkan pihaknya berambisi untuk mencapai inovasi seiring dengan perkembangan keilmuan di bidang genomik. Terdapat lebih dari 500 laporan yang memuat informasi mengenai kebutuhan nutrisi, bakat, serta profil genetik terkait kesehatan dan respon terhadap obat-obatan.

Dengan begitu, lanjutnya, pasien akan mendapatkan informasi utuh mengenai dirinya sebagai individu yang unik, dan otentik. Misalnya pasien akan mendapatkan 115 Laporan Risiko Kanker & Penyakit, 60 Laporan Diet, Kebugaran, dan Kesehatan, serta 163 Laporan pembawa kondisi Gen tubuh.

Sebelumnya, perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp52 miliar sepanjang 2020. Jumlah itu naik 468 persen dibandingkan dengan tahun sebelumya yang sebesar Rp9,2 miliar.

Naiknya laba bersih perseroan tidak lepas dari pendapatan yang tembus Rp183 miliar. Jumlah itu naik 256 persen dibandingkan dengan 2019 sebesar Rp51,3 miliar.

Direktur Utama Diagnos Laboratorium Utama Mesha Rizal mengatakan peningkatan kinerja karena melakukan pemeriksaan Covid-19.

Dari April 2020 sampai dengan 31 Desember 2020, DGNS melaksanakan sebanyak 148.577 PCR. Mesha berharap dapat dengan aktif membantu pemerintah dalam aksi menumpas pandemi Covid-19.

“Selain itu, DGNS juga telah membangu dua cabang baru di Denpasar dan Padang. Masing-masing cabang telah menyumbang masing-masing 6,6 persen dan 0,5 persen terhadap total pendapatan tahunan perseroan,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten alat kesehatan aksi emiten diagnos
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top