Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konglomerat di Tengah Pandemi Covid-19, Siapa Paling Cuan?

Mengutip data Majalah Forbes Billionaires 2021, mayoritas kekayaan 18 orang Indonesia dalam daftar tersebut mengalami kenaikan kendati dibayangi sentimen pandemi Covid-19.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 09 April 2021  |  00:08 WIB
Ilustrasi orang kaya.  - Istimewa
Ilustrasi orang kaya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Lima belas taipan Indonesia dalam daftar orang terkaya dunia 2021 versi Majalah Forbes 2021 berpotensi menambah pundi-pundi kekayaannya seiring dengan potensi pertumbuhan kinerja emiten-emiten terafiliasi.

Mengutip data Majalah Forbes Billionaires 2021, mayoritas kekayaan 18 orang Indonesia dalam daftar tersebut mengalami kenaikan kendati dibayangi sentimen pandemi Covid-19.

Setidaknya 11 dari 18 taipan berhasil mengalami kenaikan kekayaan bersih, 3 orang mengalami penurunan kekayaan, sedangkan 4 taipan lainnnya tidak mengalami perubahan kekayaan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kenaikan kekayaan paling impresif berhasil diraih oleh Jerry Ng dengan total kekayaan bersih US$2,5 miliar, naik 316,67 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Namun, gelar orang terkaya di Indonesia masih bertahan dimiliki oleh Budi Hartono dengan total kekayaan bersih US$20,5 miliar, naik 50,74 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Adapun, taipan-taipan itu berpotensi menambah pundi-pundi kekayaannya pada tahun ini seiring dengan potensi pertumbuhan kinerja emiten terafiliasi setelah pada 2020 ditekan perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

PT Barito Pacific Tbk. yang terafiliasi dengan orang terkaya ke-3 di Indonesia, Prajogo Pangestu dengan total kekayaan bersih US$6,5 miliar, siap menangkap peluang untuk memacu kinerja keuangan pada tahun ini.

Direktur Utama Barito Pacific Agus Pangestu mengatakan bahwa prospek kinerja perseroan beserta anak usahanya PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), pada tahun ini lebih baik seiring dengan berjalannya program vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi itu diharapkan dapat memulihkan aktivitas ekonomi Indonesia yang sempat tersendat hampir sepanjang 2020.

“Kalau ekonomi Indonesia bagus, kinerja kami pasti ikut bagus,” ujar Agus kepada Bisnis, Kamis (8/4/2021).

Sebagai informasi, Barito Pacific mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$36,27 juta sepanjang 2020. Perolehan itu turun 17,8 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar US$44,13 juta.

Secara terpisah, PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), emiten batu bara yang terafiliasi dengan orang terkaya ke-9 Theodore Rachmat dengan total kekayaan bersih US$1,7 miliar, juga melihat adanya pemulihan kinerjanya pada tahun ini.

Pada 2020, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk ADRO menyusut 63,8 persen menjadi hanya sebesar US$146,9 juta dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar US$404,19 juta.

Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir memperkirakan pemulihan ekonomi global pada tahun ini akan membawa dampak positif terhadap industri secara keseluruhan sehingga akan menjadi peluang memperbaiki kinerja tahun lalu yang penuh dalam tekanan.

“Namun, kami akan tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian yang ada. Kami tetap berfokus untuk meningkatkan keunggulan operasional, pengendalian biaya, dan efisiensi, serta melanjutkan eksekusi terhadap strategi demi kelangsungan bisnis,” ujar Garibaldi, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) yang terafiliasi dengan orang terkaya ke-10 Mochtar Riady dan keluarga dengan total kekayaan US$1,7 miliar, telah melihat peningkatan kinerja dalam 3 bulan pertama tahun ini.

LPKR membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp1,31 triliun di sepanjang kuartal I/2021. Jumlah itu setara dengan 37,42 persen dari target marketing sales tahun ini yang dipatok Rp3,5 triliun.

Direktur Keuangan Lippo Karawaci Yudhistira Rusli mengatakan prapenjualan perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini senilai Rp1,31 triliun melesat 86,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan kuartal I/2020 senilai Rp703 miliar.

“Lebih dari 50,6 persen marketing sales di kuartal I/2021 dicapai dengan keberhasilan peluncuran proyek perumahan tapak terbesar kami Cendana Icon di Lippo Village yang merupakan  penjualan tertinggi perseroan dalam satu hari selama lebih dari 20 tahun,” kata Yudhistira.

Yudhistira juga menjelaskan bahwa geliat prapenjualan yang dialami LPKR ini seiring dengan meredanya pandemi Covid-19 dan membaiknya iklim investasi di Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konglomerat jerry ng budi hartono
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top