Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masuki Periode Supercycle, Cek Saham-Saham Berpotensi Tuai Berkah

Mirae Asset Sekuritas menjagokan saham sektor energi dan konsumen primer pada April 2021 seiring dengan peningkatan harga komoditas.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 09 April 2021  |  08:49 WIB
Indomie - Ilustrasi/indofood.com
Indomie - Ilustrasi/indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi menuai berkah pada April 2021. Beberapa di antaranya diuntungkan dengan periode supercycle.

"Di bulan April ini sektor pilihan kami di antaranya ada di sektor energi dan juga sektor konsumen primer," ungkap Roger M.M., Kepala Informasi Investasi Mirae dalam konferensi pers, Kamis (8/4/2021).

Rekomendasi ini menurut Roger dilihat dari emiten-emiten yang melakukan aksi korporasi dividen tertentu. Mirae memprediksi beberapa emiten akan memberikan dividen lebih tinggi dibanding tahun 2020.

Dari sektor konsumsi primer, Roger memilih emiten perunggasan JPFA dan MAIN dengan target harga masing-masing Rp2.500 dan Rp930. Kedua perseroan dipilih terkait laporan tahunan 2020 yang positif, dan masih berpeluang mencetak laba pada kuartal I/2021.

Selain itu Roger juga optimis dengan harga broiler dan anak ayam usia sehari (DOC) yang rata-rata nilainya di kuartal I/2021 ini lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.

Masih di sektor yang sama, Roger juga merekomendasikan saham konsumer Grup Salim, INDF dan ICBP dengan target harga masing-masing Rp8.700 dan Rp12.500. Selain memperhatikan laporan tahunan 2020, kedua emiten ini juga dipilih terkait dengan pertumbuhan seasonal terkait masuknya bulan Ramadan, dan Idulfitri.

Selanjutnya di sektor energi Roger merekomendasikan saham emiten batu bara ADRO dengan target harga Rp1.765, PTBA Rp3.000, dan ITMG Rp16.900. Pilihan ini terkait dengan kenaikan harga komoditas batu bara di kuartal I/2021 yang akan memberikan sentimen positif untuk ketiga emiten ini.

"Batu bara saat ini masih berada pada level US$85-US$95 per ton. Kalau melihat kinerja full year 2020, rata-rata emiten batu bara masih tertekan dibanding tahun 2019. Kita berharap di kuartal I/2021 ini emiten-emiten batu bara bisa menunjukkan kinerja yang bagus terkait dengan kenaikan harga batu bara," ungkap Roger.

Terkait periode supercycle, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut bahwa Indonesia akan memasuki periode tersebut di masa pandemi Covid-19. Dengan demikian, harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan.

Supercycle dapat didefinisikan sebagai periode lonjakan permintaan untuk beragam komoditas, yang menyebabkan lonjakan harga. Kondisi ini biasanya akan diikuti oleh jatuhnya permintaan dan akhirnya harga.

"Indonesia akan memasuki periode supercycle, dimana harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan, terutama komoditas dasar, yang diakibatkan pertumbuhan ekonomi baru dari permintaan yang terjadi di masa pandemi dan setelah pandemi," kata Mendag lewat keterangannya diterima di Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Menurut dia, beberapa komoditas yang harganya naik dalam periode supercycle tersebut adalah minyak bumi, gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), bijih besi, dan tembaga.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG batu bara rekomendasi saham konsumen harga komoditas
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top