Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Anjlok 1,5 Persen, Tertekan Runtuhnya 390 Saham!

IHSG terpantau parkir di level 6.156,14 setelah anjlok 1,54 persen atau 96,57 poin. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 6.143,38-6.239,55.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  15:59 WIB
Pegawai melintas di depan layar monitor perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pegawai melintas di depan layar monitor perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (24/3/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau parkir di level 6.156,14 setelah anjlok 1,54 persen atau 96,57 poin. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 6.143,38-6.239,55.

Pada hari ini, sebanyak 110 saham ditutup menguat, 390 saham melemah, sedangkan 126 saham stagnan. Pada penutupan total transaksi mencapai Rp11,11 triliun, dengan aksi beli bersih atau net buy investor asing senilai Rp23,71 miliar.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak diburu investor asing dengan net buy mencapai Rp116,8 miliar. Kemudian disusul oleh PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) dengan net buy Rp93,9 miliar.

Sementara saham bank PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menjadi saham paling banyak dijual asing dengan net sell masing-masing sebanyak Rp276,5 miliar dan Rp64,6 miliar.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan pergerakan IHSG hari ini tertekan oleh respons negatif pelaku pasar atas sejumlah sentimen yang datang dari luar maupun dalam negeri.

Nafan mengungkapkan, memanasnya hubungan bilateral antara Amerika Serikat dengan China dan wacana Presiden AS Joe Biden untuk menaikkan tarif pajak untuk membayar stimulus jumbo yang akan dilancarkan pemerintah AS menjadi penyebabnya.

“Ini disikapi negatif oleh pelaku pasar,” kata Nafan, Rabu (24/3/2021).

Tak hanya itu, dia menilai market juga semakin prihatin dengan kenaikan kasus COvid-19 secara global dan perkembangan mutasi virus di berbagai negara.

Sementara dari dalam negeri, perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro hingga 5 April mendatang ikut jadi sentimen negatif.

Ditambah adanya pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih akan minus -0,1 persen hingga -1 persen di kuartal I/2021, turut menekan IHSG.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top