Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Tetap 'Pede' Biar Harga Emas Loyo

Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang tahun berjalan 2021 harga emas global telah terkoreksi 9,47 persen.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 14 Maret 2021  |  12:33 WIB
Petugas memantau operasi di tempat produksi Tambang Emas PT Bumi Suksesindo (BSI)anak usaha PT Merdeka Cooper Gold Tbk. (MDKA) di Gunung Tumpang Pitu, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (5/12/2019). - Antara Foto/ Budi Candra Setya.
Petugas memantau operasi di tempat produksi Tambang Emas PT Bumi Suksesindo (BSI)anak usaha PT Merdeka Cooper Gold Tbk. (MDKA) di Gunung Tumpang Pitu, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (5/12/2019). - Antara Foto/ Budi Candra Setya.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten emas tetap percaya diri dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja tahun ini kendati harga logam mulia diprediksi tidak semoncer 2020. 

Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang tahun berjalan 2021 harga emas global telah terkoreksi 9,47 persen. Pada perdagangan Jumat (12/3/2021) harga emas berjangka kontrak April 2021 di bursa Comex parkir di level US$1.719 per troy ounce, turun 0,16 persen.

Adapun, rata-rata harga emas global pada 2020 berada di posisi US$1.760 per troy ounce. Sepanjang 2020, harga emas naik 24,42 persen.

Corporate Secretary PT United Tractors Tbk. (UNTR) Sara K. Loebis mengatakan bahwa fluktuasi harga emas yang terjadi sepanjang tahun berjalan 2021 belum menjadi ancaman terhadap kinerja perseroan, seiring dengan harganya yang masih dalam batas aman perseroan.

“Harga emas [saat ini] masih dalam rentang yang acceptable bagi kami, karena dari sisi biaya produksi kami cukup efisien,” ujar Sara kepada Bisnis, Rabu (10/3/2021).

Kendati demikian, emiten berkode saham UNTR itu tidak mengungkapkan nilai hedge harga emas dan biaya produksi emas perseroan pada tahun ini.

UNTR mempertahankan panduan volume produksi dan penjualan emas tahun ini sekitar 340.000 ounces. Adapun, panduan tersebut lebih tinggi daripada target 2020 di kisaran 319.000-320.000 oz.

Panduan penjualan emas 2021 telah kembali ke kisaran normal setelah pada tahun lalu operasional tambang emas Martabe sempat terkendala akibat pandemi Covid-19.

Pada 2020, perseroan membukukan penjualan sebesar 319.700 gold equivalent ounces (GEOs). Sementara itu, penjualan emas UNTR pada bulan pertama tahun ini sebanyak 35.500 GEOs, turun tipis 1,9 persen daripada capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 36.200 GEOs.

Secara terpisah, SVP Corporate Secretary PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Kunto Hendrapawoko mengatakan bahwa prospek bisnis emas tahun ini masih baik kendati dibayangi penurunan harga global.

Animo pasar, terutama domestik, terhadap investasi emas masih tinggi mengingat logam mulia dianggap sebagai instrumen investasi safe haven.

“Melihat tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas, kami optimis prospek investasi emas akan tetap baik di tahun 2021 maupun di masa yang akan datang,” ujar Kunto kepada Bisnis, Kamis (11/3/2021).

Kunto menjelaskan, meningkatnya minat masyarakat itu pun tercermin dari tingkat penjualan emas perseroan sepanjang Januari-Februari 2021 tumbuh 92 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar 5,25 ton.

Pertumbuhan itu tetap terjadi meskipun perseroan masih menerapkan sistem penjualan daring melalui website dan aplikasi chat online, serta pengoperasian Butik Emas Logam Mulia dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Perusahaan berkomitmen untuk melakukan pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam melakukan investasi emas logam mulia,” papar Kunto.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas antam untr
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top