Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Domestik Diprediksi Dominasi Lelang Sukuk Besok, Selasa (9/3)

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menuturkan, lelang sukuk pada esok hari kemungkinan akan didominasi oleh pada investor domestik. Hal ini seiring dengan tingkat likuiditas pasar obligasi domestik yang cenderung optimal.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  14:39 WIB
 Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (9/3/2021) besok kemungkinan tidak akan banyak diminati investor asing seiring dengan tingginya tekanan pasar obligasi domestik.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menuturkan, lelang sukuk pada esok hari kemungkinan akan didominasi oleh pada investor domestik. Hal ini seiring dengan tingkat likuiditas pasar obligasi domestik yang cenderung optimal.

Ramdhan memaparkan, investor asing seperti dari sektor perbankan, dana asuransi, dan dana pensiun akan lebih terlibat dibandingkan dengan investor asing.

“Kemungkinan penawaran yang masuk masih di kisaran Rp20 triliun. Likuiditas domestik yang masih bagus dapat membantu menekan sentimen negatif yang membayangi prospek lelang besok,” katanya saat dihubungi pada Senin (8/3/2021).

Menurut Ramdhan, tekanan dari pasar global masih akan membayangi hasil lelang sukuk negara esok hari. Hal tersebut terlihat dari pelemahan tingkat imbal hasil (yield) obligasi Indonesia selama beberapa pekan terakhir.

Data dari laman World Government Bonds mencatat, tingkat imbal hasil obligasi Indonesia dengan tenor 10 tahun adalah sebesar 6,811 persen. Angka tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 56,9 basis poin selama sebulan belakangan.

Tekanan dari pasar global ini umumnya muncul dari kenaikan imbal hasil obligasi AS atau US Treasury. Kenaikan imbal hasil US Treasury akan berimbas negatif pada emerging market seperti Indonesia.

“Investor akan cenderung memindahkan dananya ke pasar AS karena tren yield yang sedang positif. Hal ini membuat partisipasi investor asing pada lelang besok kemungkinan tidak besar,” ujarnya.

Di sisi lain, Ramdhan mengatakan, rencana pengurangan utang dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang diungkapkan pemerintah Indonesia kemungkinan besar tidak akan mempengaruhi hasil lelang besok.

Menurutnya, sejauh ini hasil lelang SBN Indonesia cenderung positif dan nyaris tidak pernah berada dibawah target. Hal tersebut mengindikasikan keyakinan pasar terhadap pasar surat utang Indonesia masih cukup baik.

Ia melanjutkan, keluarnya pernyataan tersebut dinilai lebih bertujuan politis. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap tingginya utang yang perlu diambil oleh Indonesia dalam upaya pemulihan ekonomi domestik.

“Pemerintah juga telah memiliki rencana penerbitan utang dalam setahun yang jumlahnya besar, karena kebutuhannya juga tinggi,” tuturnya.

Selain itu, dari sisi pembiayaan, negara memang membutuhkan banyak pembiayaan utang. Menurutnya, negara juga tidak memiliki kekhawatiran yang signifikan dari sisi fiskal.

Hal tersebut, lanjutnya, terlihat dari rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih tergolong aman dari batas atas. Berdasarkan Undang-Undang Keuangan Negara, batas atas rasio utang negara adalah sebesar 60 persen dari PDB.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sukuk sbn
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top