Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Insentif PPnBM, CARS dan TURI Pede Penjualan Mobil Terdongkrak

Dua emiten diler mobil PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. (CARS) dan PT Tunas Ridean Tbk. (TURI) akan memanfaatkan peluang insentif PPnBM guna menggenjot penjualan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  15:27 WIB
Dealer Auto2000.  -  Auto2000
Dealer Auto2000. - Auto2000

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten diler mobil optimistis penerapan relaksasi pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) terhadap mobil berkapasitas 1.500 cc ke bawah dapat meningkatkan penjualan.

Dua emiten diler yakni PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. (CARS) dan PT Tunas Ridean Tbk. (TURI) memastikan akan memanfaatkan kebijakan ini sebaik mungkin.

Investor Relations Bintraco Dharma Yosef menuturkan insentif pemerintah ini membutuhkan waktu untuk melihat respon pelanggan terhadap penghilangan biaya pajak mobil tersebut.Dia juga meminta agar pelaksanaan relaksasi pajak barang mewah di lapangan ini dapat dipantau dan diawasi bersama-sama.

"Perihal dampak insentif tentu butuh waktu untuk melihat bagaimana pelanggan  merespon kebijakan ini, tetapi kami tetap optimistis kebijakan ini sedikit banyak akan memberi dampak positif kepada pasar," urainya kepada Bisnis, Selasa (2/3/2021).

Yosef mengatakan target penjualan perseroan pun tidak berubah, tetap 40 persen dari target yang dicanangkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo).

Adapun, Gaikindo sendiri menargetkan penjualan kendaraan roda empat sebanyak 750.000 unit pada 2021. Namun, setelah adanya kebijakan PPnBM ini, Gaikindo memproyeksikan akan ada penambahan penjualan hingga 80.000 unit.

Artinya, total penjualan mobil di Indonesia pada 2021 diproyeksikan mencapai 830.000 unit. Berdasarkan angka tersebut, penjualan CARS diperkirakan mencapai 332.000 unit.

Emiten diler lainnya, TURI optimistis relaksasi aturan PPnBM akan mendongkrak penjualan mobil perseroan. Namun, implementasinya masih perlu dicermati. Corporate Secretary Tunas Ridean Dewi Yunita merespons secara positif kebijakan relaksasi pajak mobil baru. Kebijakan itu diharapkan dapat meningkatkan penjualan. 

"Kami menyambut baik kebijakan tersebut dan diharapkan dapat membantu untuk meningkatkan volume penjualan untuk langkah yang dipersiapkan belum dapat kami sampaikan masih menunggu berlakunya kebijakan tersebut," ujarnya kepada Bisnis.

Lebih lanjut, terkait adanya peningkatan target penjualan akibat dari relaksasi ini, pihaknya masih enggan berspekulasi. Target penjualan emiten bersandi TURI ini akan menyesuaikan dengan kondisi pasar nasional. 

Pihaknya optimistis kinerja penjualan pada 2021 ini akan lebih baik daripada 2020. Adapun, belanja modal akan difokuskan untuk kepentingan lini bisnis rental mobil dan keperluan mobil untuk demonstrasi. 

"Untuk belanja modal rencana untuk Tunas Rent untuk mobil untuk disewakan, keperluan demo cars yang disesuaikan dengan arahan ATPM dan juga kebutuhan di Tunas sendiri," imbuhnya. 

Selain itu, belanja modal juga difokuskan melanjutkan renovasi di beberapa cabang otomotif dan implementasi sistem dan proses digitalisasi yang akan mendukung Tunas menjadi lebih kompetitif di masa mendatang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil PPnBM diler
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top