Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Diakuisisi Michelin dari Pieter Tanuri, MASA Bakal Delisting Sukarela

PT Multistrada Arah Sarana Tbk. (MASA) mengajukan surat kepada otoritas pada Senin (1/3/2021) perihal permohonan suspensi perdagangan saham MASA.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  12:58 WIB
Presiden Direktur PT Michelin Indonesia (Michelin) Steven Vette (kanan) berbincang dengan Head of Public Affairs and Press Relation Michelin Kartika Susanti tentang rencana bisnis Michelin pada tahun 2020 di Jakarta, Selasa (10/3). Anak grup perusahaan asal Prancis tersebut ingin memaksimalkan potensi sejumlah pabrik Multistrada di Indonesia pasca melakukan akuisisi 80 persen saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk. Bisnis - Abdullah Azzam
Presiden Direktur PT Michelin Indonesia (Michelin) Steven Vette (kanan) berbincang dengan Head of Public Affairs and Press Relation Michelin Kartika Susanti tentang rencana bisnis Michelin pada tahun 2020 di Jakarta, Selasa (10/3). Anak grup perusahaan asal Prancis tersebut ingin memaksimalkan potensi sejumlah pabrik Multistrada di Indonesia pasca melakukan akuisisi 80 persen saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen ban kendaraan bermotor, PT Multistrada Arah Sarana Tbk., mengungkapkan rencana melakukan penghapusan saham tercatat secara sukarela dari Bursa Efek Indonesia.

Mengutip pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (2/3/2021), emiten berkode MASA itu mengajukan surat kepada otoritas pada Senin (1/3/2021) perihal permohonan suspensi perdagangan saham MASA.

Hal itu dilakukan menyusul rencana MASA untuk melakukan penghapusan saham tercatat secara sukarela atau voluntary delisting dari BEI.

“Perseroan menyampaikan rencana melakukan voluntary delisting dari Bursa Efek Indonesia dan go private,” tulis Bursa Efek Indonesia dikutip dari keterangan resminya, Selasa (2/3/2021).

Berdasarkan hal itu, maka BEI memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek MASA di pasar yang efektif mulai sesi I perdagangan Selasa 2 Maret 2021.

Bursa meminta kepada pihak-pihak terkait untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Adapun, rencana perseroan melakukan voluntary delisting itu menyusul aksi akuisisi saham perseroan oleh pabrikan ban asal Prancis, Michelin pada 6 Maret 2019.

Dalam transaksi itu, Compagnie Generale Des Etablissments Michelin atau lebih dikenal Michelin mengakuisisi 87,58 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan atau setara 8.042.922.431. Transaksi itu senilai senilai US$439 juta.

Michelin membeli saham MASA antara lain dari Pieter Tanuri dan PT Central Sole Agency yang sebelumnya merupakan pengendali MASA, dan Windsor Investment Fund Ltd yang merupakan pemegang saham utama MASA lainnya dengan harga Rp843 per saham.

Dengan demikian, komposisi pemegang saham MASA setelah transaksi saat itu sebesar 87,58 persen oleh Michelin, yang langsung menjadi pengendali saham baru atas MASA, dan saham publik sebesar 12,41 persen.

Namun per 31 Januari 2021, komposisi pemegang saham MASA berubah drastis dengan Michelin menggenggam 99,64 persen saham atas MASA, sedangkan publik hanya tersisa 0,36 persen.

Jumlah itu pun jauh dari ketentuan ketentuan free float, atau jumlah saham beredar minimum 7,5 persen dari BEI.

Pada penutupan perdagangan Senin (1/3/2021), saham MASA parkir di level Rp1.360 per saham, naik 6,25 persen. Total kapitalisasi pasar MASA sebesar Rp12,49 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia michelin delisting multistrada arah sarana
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top