Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EP ID Holdings Caplok Saham Centratama (CENT) Rp2 Triliun

EP ID membeli saham emiten berkode CENT itu sebanyak 11.943.072.225 atau 11,9 miliar.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  22:15 WIB
Logo Centratama Group - centratamagroup.com
Logo Centratama Group - centratamagroup.com

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan asing, EP ID Holdings Pte. Ltd., membeli sebanyak 38,3 persen saham PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia, EP ID membeli saham emiten berkode CENT itu sebanyak 11.943.072.225 atau 11,9 miliar.

EP ID yang sebelumnya tidak memiliki saham CENT, dengan transaksi tersebut saat ini EP ID menggenggam porsi kepemilikan CENT sebesar 38,3 persen.

Adapun, transaksi itu dilakukan pada 24 Februari 2021 dengan tujuan investasi dan dengan harga pembelian sebesar Rp168 per saham.

Dengan demikian, EP ID merogoh kocek hingga Rp2 triliun untuk transaksi tersebut.

“Harga transaksi Rp168,” tulis Manajemen Centratama Telekomunikasi dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (2/3/2021).

Di sisi lain, masuknya EP ID ini tercatat dalam transaksi crossing di pasar negosiasi pada perdagangan Rabu (24/2/2021). Berdasarkan data Bloomberg, EP ID masuk ke saham CENT melalui broker PT UOB Kay Hian Sekuritas.

Di lantai bursa, pada penutupan perdagangan Selasa (2/3/2021) CENT parkir di level Rp188, terkoreksi 1,05 persen. Sepanjang tahun berjalan 2021, CENT bergerak menguat 28,77 persen.

Kapitalisasi pasar CENT di posisi Rp5,86 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi Korporasi centratama telekomunikasi indonesia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top