Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jual 4.000 Menara, Indosat (ISAT) Ingin Perkuat Jaringan 4G

Pembangunan jaringan 4G dan pembangunan jaringan berkualitas video merupakan bagian dari upaya Indosat memenuhi kebutuhan data dan digital yang semakin meningkat.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  12:55 WIB
GEDUNG INDOSAT. Bisnis - Himawan L Nugraha
GEDUNG INDOSAT. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten telekomunikasi PT Indosat Ooredo Tbk. akan fokus pada pembangunan jaringan 4G tahun ini sembari menjual 4.000 menara untuk menggenjot kinerja.

SVP Head Corporate Communications Indosat Ooredoo Steve Saerang mengatakan pembangunan jaringan 4G dan pembangunan jaringan berkualitas video merupakan bagian dari upaya perseroan memenuhi kebutuhan data dan digital yang semakin meningkat.

Hal itu didukung oleh rencana penjualan 4.000 menara tahun ini yang diharapkan dapat meningkatkan pengalaman jaringan berkualitas bagi pelanggan.

“Pengelolaan menara telekomunikasi merupakan bagian dari rencana strategis kami, khususnya strategi 3 tahun perusahaan, dalam rangka meningkatkan pengalaman jaringan berkualitas bagi pelanggan,” kata Steve kepada Bisnis, Senin (22/2/2021).

Sebelumnya, COO Indosat Ooredoo Vikram Sinha menjelaskan penjualan menara oleh emiten dengan kode saham ISAT itu sudah berlangsung sejak 2019. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari normalisasi perseroan untuk dapat meningkatkan kinerja sekaligus menurunkan biaya.

Pada 2019, ISAT sudah lebih dulu melepas 3.100 menaranya kepada Mitratel dan Protelindo dengan nilai total Rp6,39 triliun. Mitratel mengambil 2.100 menara, sedangkan 1.000 menara lainnya diambil alih oleh Protelindo.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2020, ISAT membukukan kerugian Rp716,7 miliar pada 2020, meskipun pendapatan mengalami peningkatan.

Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih Indosat tercatat Rp716,7 miliar pada 2020. Nilai itu berbalik dari laba bersih Rp2,28 triliun pada 2019. Laba yang terjadi pada 2019 disebut berasal dari keuntungan penjualan menara.

Dari sisi top line, total pendapatan Indosat tumbuh 6,9 persen menjadi sebesar Rp27,9 triliun, pendapatan selular tumbuh sebesar 11,6 persen menjadi Rp23,1 triliun, dan EBITDA mencapai Rp11,4 triliun, tumbuh 16 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat divestasi Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top