Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Turun Tipis, Investor Asing Kejar Saham BBRI dan ASII

Pada pukul 11.30 WIB atau akhir sesi I, IHSG turun 0,09 persen atau 5,84 poin menjadi 6.175,83. Sepanjang pagi ini, indeks bolak-balik ke zona merah dan hijau dalam rentang 6.168,01-6.216,94.
Pengunjung berada di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pengunjung berada di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup koreksi tipis pada sesi I perdagangan Rabu (10/2/2021), setelah sempat mengalami penguatan.

Pada pukul 11.30 WIB atau akhir sesi I, IHSG turun 0,09 persen atau 5,84 poin menjadi 6.175,83. Sepanjang pagi ini, indeks bolak-balik ke zona merah dan hijau dalam rentang 6.168,01-6.216,94.

Terpantau 181 saham naik, 267 saham koreksi, dan 163 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp8,32 triliun, dengan investor asing mencatat net buy Rp151,41 miliar.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak diborong investor asing dengan net buy Rp137,7 miliar. Saham BBRI koreksi 0,22 persen atau 10 poin menuju Rp4.610.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) juga mencatatkan net buy Rp44,1 miliar. Saham ASII berhasil naik 1,29 persen atau 75 poin menjadi Rp5.900.

Di jajaran top gainers, saham PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk. (BANK) menguat signifikan 24,58 persen atau 145 poin menuju Rp735. Pada 5 Februari 2021, BEI menginformasi bahwa telah terjadi peningkatan harga saham BANK yang di luar kebiasaan (unusual market activity).

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Selanjutnya, saham emiten tambang logam PT Central Omega Respurces Tbk. (DKFT) dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga menguat, masing-masing 14,81 persen dan 5,13 persen.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memaparkan secara teknikal IHSG bergerak false break resistance rata-rata 20 hari dikisaran 6.225.

Candlestick membentuk pola bearish engulfing dengan potensi percobaan menutup gap dan support rata-rata 5 dan 50 hari dikisaran 6.145–6.084.

“Indikator stochastic menjenuh pada area overbought meskipun indikator MACD bergerak masih cukup positif. Sehingga IHSG berpotensi bergerak kembali tertekan,” tulis Lanjar dalam riset harian, Rabu (10/2/2021).

Sebelumnya, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG parkir di posisi 6.181,672 melemah 0,44 persen atau 27,194 poin pada Selasa (9/2/2021). Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di kisaran 6.157,135 hingga 6.286,292.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper