Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Likuiditas Melimpah, Investor Ritel Buru Obligasi Negara Tahun Ini

Peluang pertumbuhan kepemilikan ritel pada instrumen surat utang negara pada tahun ini masih cukup terbuka seiring dengan melimpahnya likuiditas yang dimiliki oleh para investor ritel.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 Januari 2021  |  20:19 WIB
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI OBLIGASI. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Minat yang terjaga pada tahun ini diprediksi akan menjaga laju pertumbuhan kepemilikan surat berharga negara (SBN) dari kelompok investor ritel.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan peluang pertumbuhan kepemilikan ritel pada instrumen surat utang negara pada tahun ini masih cukup terbuka. Hal ini terjadi seiring dengan melimpahnya likuiditas yang dimiliki oleh para investor ritel.

“Mereka pasti akan mencari instrumen-instrumen yang akan mendatangkan return optimal,” katanya saat dihubungi pada Minggu (24/1/2021).

Prospek pertumbuhan kepemilikan juga didukung oleh faktor demografi Indonesia. Nico menjelaskan generasi milenial merupakan golongan yang mendominasi kenaikan kepemilikan ritel di Indonesia karena jumlahnya yang besar.

Menurutnya, dengan jumlah generasi milenial yang besar serta literasi investasi yang lebih baik, maka peluang pertumbuhan kepemilikan surat berharga negara pada 2021 dapat semakin besar.

Meski demikian, Nico menambahkan laju pertumbuhan kepemilikan surat utang negara dari investor ritel juga bergantung pada profil masing-masing investor.

Nico memaparkan investor yang memiliki toleransi terhadap risiko tinggi dan mengincar keuntungan signifikan akan lebih memilih instrumen saham

Sebaliknya, apabila investor cenderung tidak dapat bertahan dengan risiko dan volatilias tinggi, maka mereka akan lebih memilih pasar surat utang sebagai instrumen investasi.

Selanjutnya, investor yang ingin mendapatkan return besar dalam waktu singkat juga akan cenderung memilih instrumen saham. Sementara, obligasi negara lebih dipilih oleh investor yang ingin menaruh uangnya dalam jangka waktu tertentu dengan return yang terjamin.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada 2020 tingkat kepemilikan investor ritel pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) tumbuh 30,4 persen dengan nilai Rp37,46 triliun.

Sementara itu, tingkat kepemilikan ritel pada sukuk negara tercatat sebesar Rp23,96 triliun atau tumbuh 38,5 dibandingkan dengan catatan tahun 2019 senilai Rp17,3 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang sbn investor investor ritel
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top