Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jadi Indeks Sektoral Baru di BEI, Begini Efek IDX-IC bagi Investor

Salah satu perubahan drastis dari sistem IDX-IC ialah emiten tambang logam seperti ANTM, INCO, TINS, masuk ke dalam kategori barang baku (IDXBASIC) dari sebelumnya indeks pertambangan (JAKMINE).
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  19:35 WIB
Karyawan berkomunikasi di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (12/10). - JIBI/Nurul Hidayat
Karyawan berkomunikasi di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (12/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Pergantian indeks sektoral yang akan segera dilakukan Bursa Efek Indonesia dinilai mempermudah investor dalam menilai kinerja satu emiten berdasarkan sektornya.

Seperti diketahui, Bursa Efek Indonesia tengah bersiap merilis indeks klasifikasi industri baru bertajuk IDX Industrial Classification (IDX-IC) pada pekan depan. Indeks baru tersebut akan menggantikan Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Rencananya IDX-IC akan diluncurkan pada 25 Januari 2021 mendatang. Untuk sementara IDX-IC akan digunakan bersamaan dengan JASICA dalam periode transisi selama 3 bulan sebelum akhirnya JASICA dipensiunkan.

JASICA yang selama ini digunakan mengklasifikasikan emiten per sektor berdasarkan prinsip aktivitas ekonominya, sedangkan IDX-IC menggunakan prinsip eksposur pasar atau jasa akhir yang diproduksi oleh perusahaan tercatat.

Kemudian, JASICA mengelompokkan emiten dalam 2 tingkat yakni sektor dan subsektor. Sementara pada klasifikasi baru, IDX-IC melakukan pembagian lebih mendetail dalam 4 tingkat yakni sektor, subsektor, industri, dan subindustri.

Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan kehadiran IDX-IC membuat pengkategorian emiten yang tercatat di bursa menjadi lebih luas. Pun, banyak emiten yang akhirnya berubah sektor mengikuti prinsip klasifikasi yang baru.

Suria menilai kehadiran klasifikasi baru ini akan memudahkan para investor, terutama dalam membandingkan kinerja antaremiten per sektor, karena dengan IDX-IC karakteristik emiten di tiap sektor menjadi lebih mendekati satu sama lain.

Namun, secara garis besar dia menilai perubahan klasifikasi ini hanya berpengaruh ke pengkategorian serta perhitungan indeks sektoral dan tidak akan terlalu berpengaruh bagi aktivitas market.

“Mungkin bisa berpengaruh kepada indeks yang berdasarkan sektor, seperti Bisnis-27, karena sektornya juga menjadi lebih banyak kan,” tuturnya kepada Bisnis, Jumat (22/1/2021).

Salah satu perubahan drastis dari sistem IDX-IC ialah emiten tambang logam seperti ANTM, INCO, TINS, masuk ke dalam kategori barang baku (IDXBASIC) dari sebelumnya indeks pertambangan (JAKMINE).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia Indeks BEI transaksi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top