Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Koreksi, Saham Sektor Pertambangan Boncos 2,8 Persen

Dari 10 sektor saham, 7 sektor menurun, sedangkan 3 lainnya berhasil menguat. Sektor pertambangan (JAKMINE) mengalami penurunan terdalam sebesar 2,83 persen.
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan IHSG, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/12)./JIBI-Nurul Hidayat
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan IHSG, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/12)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Saham sektor pertambangan mengalami penurunan terdalam di antara indeks sektoral lainnya di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Selasa (19/1/2021).

Pada pukul 11.30 WIB atau akhir sesi I, IHSG ditutup koreksi 0,59 persen atau 37,46 poin menjadi 6.352,38. Sepanjang pagi ini, IHSG bergerak di rentang 6.288,98-6.434,84.

Dari 10 sektor saham, 7 sektor menurun, sedangkan 3 lainnya berhasil menguat. Sektor pertambangan (JAKMINE) mengalami penurunan terdalam sebesar 2,83 persen. Selanjutnya, Indeks Properti (JAKPROP) anjlok 1,3 persen.

Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) memimpin pelemahan di antara anggota konstituen indeks tambang lainnya. Saham ANTM anjlok 6,87 persen menjadi Rp2.710, sehingga mengalami auto reject bawah (ARB). Kemarin, saham jagoan Kaesang Pangarep ini juga terkena ARB.

Saham PT Timah Tbk. (TINS) juga mengalami ARB setelah anjlok 6,88 persen atau 150 poin menuju Rp2.030. Saham tambang lainnya seperti INCO turun 3,63 persen, dan PTBA koreksi 1,69 persen.

Sementara itu, sektor consumer (JAKCONS) menguat paling tinggi, yakni 0,86 persen. Hal itu tak lepas dari melejitnya saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) juga menguat 4,33 persen atau 325 poin menuju Rp7.825. Saham UNVR terdorong rencana distribusi vaksin Covid-19.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Reski Damayanti mengatakan pihaknya siap mendukung program vaksinasi yang dilakukan pemerintah dalam rangka membasmi pandemi virus corona.

Hingga sesi I, terpantau 139 saham menguat, 343 saham melemah, dan 135 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp11,45 triliun, dengan aksi net buy investor asing Rp118,59 miliar.

Pada akhir perdagangan Senin (18/1/2021), IHSG ditutup menguat 16,42 poin atau 0,26 persen ke level 6389,83.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjelaskan secara teknikal pergerakan IHSG menunjukkan dead cross pada indikator stochastic yang berada pada area overbought.

“Mengindikasikan potensi untuk melanjutkan koreksi,” tulis Dennies dalam riset harian, Selasa (19/1/2021).

Adapun, fokus investor pada hari ini akan mengarah ke hasil keputusan suku bunga dan Bank Sentral China (PBoC). Artha Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada support di level 6.333 dan 6.268 serta resistance di level 6.445 dan 6.492.

Berikut tabel kinerja indeks sektoral hingga sesi I, Selasa (19/1/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper