Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indocement (INTP) Cetak Penjualan 16,5 Juta Ton

Penjualan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. sepanjang 2020 turun 8 persen secara tahunan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  10:51 WIB
Pabrik semen milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Pabrik semen milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. mencatatkan volume penjualan di sepanjang 2020 mencapai sekitar 16,5 juta ton.

Sekretaris Perusahaan Indocement Tunggal Prakarsa Antonius Marcos mengatakan realisasi penjualan pada Desember 2020 seberat 1,5 juta ton atau hampir sama seperti bulan sebelumnya.

“Untuk pencapaian total setahun adalah sebesar kurang lebih 16.5 juta ton, lebih rendah 8 persen dibanding tahun lalu,” kata Marcos kepada Bisnis, Senin (18/1/2021) malam.

Kendati demikian, realisasi volume penjualan semen emiten dengan kode saham INTP itu masih lebih tinggi dari penurunan volume penjualan rata-rata industri yang sebesar 10 persen.

Marcos melanjutkan bahwa koreksi penjualan semen pada tahun lalu disebabkan oleh berbagai hal. Pada awal tahun, banjir besar yang terjadi beberapa kali di ibukota negara Indonesia menjadi penekan permintaan semen.

Belum pulih dari dampak banjir, permintaan pun semakin terpukul ketika pandemi Covid-19 menyerang dan menyebabkan sejumlah pekerjaan pembangunan tertunda.

“Pandemik Covid-19 yang melanda Indonesia merupakan faktor penyebab utama dari penurunan tersebut,” imbuh Marcos.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020, INTP melaporkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp1,11 triliun atau turun 5,02 persen secara tahunan dari posisi sebelumnya Rp1,17 triliun.

Penurunan itu terbilang membaik dibandingkan koreksi laba pada paruh pertama 2020 yang sebesar 26,56 persen.

Namun, dari sisi top line, pendapatan produsen semen merek Tiga Roda ini masih tertekan akibat penurunan penjualan pada masa pandemi. Tercatat pendapatan INTP melemah 10,56 persen menjadi Rp10,14 triliun dari Rp11,34 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement semen Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top