Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Semen Diprediksi Pulih, Rekomendasi Saham Indocement (INTP)

Mirae mempertahankan rekomendasi trading buy untuk saham INTP dengan target harga Rp16.050 per saham.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  14:51 WIB
Direktur Indocement Oey Marcos, Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya, dan Direktur Indocement David Clarke (kiri ke kanan) menyampaikan paparan kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) periode tahun berjalan per September 2020 secara daring, Selasa (10/11/2020). - Bisnis/Dwi Nicken Tari
Direktur Indocement Oey Marcos, Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya, dan Direktur Indocement David Clarke (kiri ke kanan) menyampaikan paparan kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) periode tahun berjalan per September 2020 secara daring, Selasa (10/11/2020). - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA – Anggaran infrastruktur yang lebih tinggi pada 2021 diharapkan mampu mengerek penjualan semen. Adapun, penjualan semen melemah lagi pada akhir tahun lalu disebabkan oleh musim hujan.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin menjelaskan penjualan semen pada kuartal IV/2020 dipastikan turun namun bakal ada perbalikan tren pada 2021.

Salah satu emiten semen yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. melaporkan volume penjualan semen domestic turun 16,3 persen menjadi 1,5 juta ton pada akhir November 2020. Secara bulanan, volume terkontraksi 7,1 persen atau penurunan pertama sejak Juni 2020.

“Seperti yang sudah diantisipasi, konsumsi semen domestik pada kuartal IV/2020 tidak akan sekuat pada kuartal III/2020, sebagian besar karena musim hujan,” tulis Mimi dalam riset yang dipublikasikan lewat Bloomberg, dikutip Selasa (12/1/2021).

Secara kumulatif, penjualan semen emiten dengan kode saham INTP tersebut pada periode Januari—November tercatat sebesar 14,7 juta ton. Realisasi itu turun 9,1 persen secara tahunan namun lebih baik dibandingkan pertumbuhan industri yang terkontraksi 9,8 persen.

Dari sisi pangsa pasar, INTP mampu menaikkan market share menjadi 25,8 persen hingga November 2020 secara year-to-date (ytd) dari 25,5 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Kendati penjualan semen INTP diperkirakan lebih lemah lagi pada Desember, Mimi menduga investor telah mengantisipasi hal tersebut. Pasalnya, penjualan semen memang turun pada kuartal IV/2020 karena faktor musim hujan, liburan, dan kali ini ditambah dengan pelaksanaan Pilkada di sejumlah daerah Indonesia.

Pada 2021, Mimi memperkirakan performa bisnis INTP akan lebih baik. Dengan pertimbangan tidak ada lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khususnya di Jakarta dan Jawa Barat serta vaksinasi bisa dimulai pada awal 2021, volume penjualan semen domestic INTP bisa tumbuh sekitar 4 persen secara tahunan.

Dengan demikian, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan pendapatan INTP pada 2020 senilai Rp14,1 triliun atau turun 11,5 persen secara tahunan sebelum naik menjadi Rp15,3 triliun pada 2021.

Laba INTP pada 2020 diperkirakan terkoreksi 17,3 persen menjadi Rp1,5 triliun namun akan membaik menjadi Rp1,9 triliun pada tahun ini.

Mimi pun mempertahankan rekomendasi trading buy untuk saham INTP dengan target harga Rp16.050 per saham. Kekuatan neraca keuangan INTP yang solid pun menjadi nilai tambah atas rekomendasi saham perseroan.

Adapun, target harga itu mencerminkan perkiraan rasio P/E (Price to Earning) untuk 2021 sebesar 30,5 kali.

Kendati demikian, tantangan masih membayangi kinerja INTP pada tahun ini dari sisi permintaan yang tumbuh lebih lambat dari perkiraan serta biaya operasional yang meningkat seiring dengan kenaikan harga komoditas energi. Selain itu, hambatan juga dapat berasal dari pasokan yang berlebih.

Di lantai bursa, saham INTP melemah 0,17 persen menjadi Rp14.625 per saham pada Selasa (12/1/2021) pukul 14.40 WIB. Dalam tiga bulan terakhir, harga melesat 35,50 persen dengan kapitalisasi pasar Rp53,75 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement semen rekomendasi saham grup salim
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top