Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham ADHI Naik Terlalu Tinggi, Kena Suspensi BEI Lagi

BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi I, Kamis (7/1/2020).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  12:44 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) setelah naik signifikan.

Pada penutupan perdagangan Rabu (6/1/2021) saham ADHI berada di level Rp1.795. Sepekan terakhir harganya melejit 12,89 persen. Dalam 3 bulan terakhir, saham ADHI secara fantastis melonjak 255,45 persen.

Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp6,39 triliun. Valuasinya cukup tinggi, dengan price to earning ratio (PER) 311,61 kali.

Dalam keterangannya, BEI menyebutkan sehubungan dengan peningkatan harga kumulatif yang signifikan, BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi I, Kamis (7/1/2020).

"Penghentian perdagangan sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut," papar BEI dalam pengumumannya, Rabu (6/1/2021).

Sebelumnya, saham ADHI juga kena suspensi. Dalam pengumuman di laman resmi BEI, saham ADHI dapat ditransaksikan lagi di pasar reguler dan pasar tunai mulai hari ini setelah mendapat suspensi pada 18 Desember 2020.

Sementara itu, Adhi Karya telah mengantongi Rp1,6 triliun dari pembayaran proyek LRT Jabodebek fase I dan Jalan Tol Banda Aceh—Sigli.

Corporate Secretary Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan perseroan menerima pembayaran ketujuh proyek Light Rapid Transit (LRT) Jakarta—Bogor—Depok—Bekasi pada 30 Desember 2020 senilai Rp1,1 triliun termasuk pajak.

Pembayaran itu diterima dari pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero).

“Pembayaran ini dilakukan berdasarkan progres pekerjaan dari Januari 2020 sampai dengan Juni 2020,” tulis Parwanto dalam keterangan resmi, Senin (4/1/2021).

Dengan demikian, secara keseluruhan emiten dengan kode saham ADHI tersebut telah menerima pembayaran dari proyek LRT Jabodebek senilai Rp13,3 triliun termasuk pajak.

Adapun, pengerjaan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 80,7 persen hingga 11 Desember 2020.

Perinciannya, lintas pelayanan I Cawang—Cibubur telah selesai dikerjakan 92,6 persen, lintas pelayanan II Cawang—Kuningan—Dukuh Atas sebesar 77,7 persen, lintas pelayanan 3 Cawang—Bekasi Timur sebesar 88,9 persen, dan depo di Bekasi Timur 88,9 persen.

Selanjutnya pemasukan senilai Rp5 miliar lagi diterima ADHI dari pembayaran kedua proyek Jalan Tol Banda Aceh—Sigli dari PT Hutama Karya (Persero).

“Secara keseluruhan ADHI telah menerima pembayaran atas pembangunan Jalan Tol Banda Aceh—Sigli senilai Rp2 triliun,” tulis Parwanto.

Hingga 25 November 2020, pembangunan Jalan Tol Banda Aceh—Sigli telah selesai dikerjakan hingga 61,9 persen.

Sampai dengan 25 November 2020, progres pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Banda Aceh- Sigli telah mencapai 61,9%.

Perinciannya proses pengerjaan seksi 1 sepanjang 26,5 kilometer telah selesai 30,3 persen, seksi 2 sepanjang 8,6 kilometer sebesar 62,3 persen, dan seksi 3 sepanjang 13,6 kilometer telah selesai hingga 99,3 persen.

Selanjutnya, seksi 5 sepanjang 7,6 kilometer telah selesai 24,2 persen dan seksi 6 sepanjang 3,9 kilometer selesai 47,6 persen. Sementara Jalan Tol Banda Aceh—Sigli seksi 4 sepanjang 14 kilometer telah selesai 100 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa efek indonesia adhi karya suspensi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top