Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MNC Sekuritas: IHSG Risiko Koreksi, Rekomendasi Saham KAEF hingga WSBP

Bila IHSG belum mampu menguat di atas 6,195, yang berarti koreksi IHSG belum selesai.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  06:22 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berisiko koreksi pada perdagangan Kamis (7/1/2021). Namun demikian, masih ada sejumlah saham yang layak dicermati.

Pada Rabu (6/1/2021), IHSG ditutup melemah 71,66 poin atau 1,17 persen ke level 6.065,68, setelah sempat anjlok 2,36 persen. Sebanyak 161 saham menguat, 328 saham melemah, dan 146 saham stagnan.

Institutional Research MNC Sekuritas dalam laporannya menuliskan pada perdagangan kemarin (6/1), IHSG ditutup terkoreksi 1,2 persen ke level 6,065. Diperkirakan terdapat 2 skenario pada IHSG, dimana IHSG sudah menyelesaikan wave 4 dari wave (3) pada skenario merah.

Namun demikian, dapat dicermati bila IHSG belum mampu menguat di atas 6,195, yang berarti koreksi IHSG belum selesai dan masih berada pada bagian dari wave [c] dari wave 4 pada skenario biru. Koreksi IHSG ini akan lebih terkonfirmasi bila IHSG turun ke bawah 5,928 atau bahkan 5,852.

"Hari ini level support IHSG 5,928, 5,852, sedangkan level resistan 6,150, 6,195," paparnya.

Berikut ulasan saham-saham pilihan dari Institutional Research MNC Sekuritas.

*WSBP - Buy on Weakness* (294)Kemarin (6/1), WSBP ditutup menguat 2,8% ke level 294 disertai dengan tekanan beli yang relatif besar. Selama tidak turun di bawah 260, maka pergerakan WSBP saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C). Hal tersebut berarti, WSBP masih berpotensi menguat, terlebih jika mampu menembus resistance 318.Buy on Weakness: 280-294Target Price: 320, 336Stoploss: below 260

*KAEF - Buy on Weakness* (4,860)KAEF ditutup terkoreksi 5,2% ke level 4,860 pada perdagangan kemarin (6/1), disertai dengan tekanan jual yang cenderung besar. Kami perkirakan, saat ini KAEF sedang berada pada akhir dari wave (iv) dari wave [v] dari wave C. Hal tersebut berarti, koreksi KAEF akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali.Buy on Weakness: 4,700-4,850Target Price: 5,500, 5,850Stoploss: below 4,000

*ACES - Buy on Weakness* (1,730)Pada perdagangan kemarin (6/1), ACES ditutup terkoreksi 1,7% ke level 1,730. Selama tidak terkoreksi agresif ke bawah 1,660, maka saat ini posisi ACES sedang berada di awal wave [v] dari wave 1 dari wave (C). Hal tersebut berarti, ACES berpeluang menguat untuk membentuk wave [v].Buy on Weakness: 1,690-1,730Target Price: 1,900, 1,950Stoploss: below 1,660

*BBKP - Sell on Strength* (590)Kemarin (6/1), BBKP di tutup menguat 2,6% ke level 590. Meskipun menguat, namun dapat dicermati apabila BBKP belum mampu menembus resistance 720, maka posisi BBKP saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C). Hal tersebut berarti, BBKP masih berpotensi terkoreksi untuk membentuk wave [c] dari wave 4 dari wave (C) terlebih dahulu. Level koreksi kami perkirakan berada pada rentang 460-520, terlebih bila BBKP terkoreksi ke bawah 545.Sell on Strength: 600-660

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham mnc securities
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top