Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Aidil Akbar Madjid: Akun Anonim Berbahaya Ketimbang Pompom Saham

Menurut Aidil, yang menjadi masalah dari akun anonim ini adalah netizen tidak mengetahui siapa adminnya. Apakah orang yang memberikan materi ini perencana keuangan atau broker atau sudah belisensi atau malah bukan orang yang bergerak di bidang keuangan sama sekali.
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Perencana Keuangan Senior Aidil Akbar Madjid berpendapat bahwa akun-akun anonim yang membahas pengenai perencanaan keuangan yang ada di media sosial lebih berbahaya dibandingkan pompom saham dan harus diwaspadai.

Hal ini dikarenakan pemilik akun anonim ini tidak diketahui dikendalikan oleh siapa, dan jika sudah memiliki banyak pengikut akan berpotensi menggiring pengikutnya untuk tujuan-tujuan tertentu dan akan membahayakan.

"Ini ada akun yang tiba-tiba ngomong financial planning dan nanti ujung-ujungnya ngomong saham dan itu yang membahayakan. Sama berbahayanya kayak pompom dan itu bahkan menurut saya lebih berbahaya lagi," ungkap Aidil saat dihubungi Bisnis, Rabu (6/1/2021).

Menurut Aidil, yang menjadi masalah dari akun anonim ini adalah netizen tidak mengetahui siapa adminnya. Apakah orang yang memberikan materi ini perencana keuangan atau broker atau sudah belisensi atau malah bukan orang yang bergerak di bidang keuangan sama sekali.

Apalagi saat ini bagi investor-investor pemula dari kaum milenial yang menjadikan media sosial sebagai salah satu "kitab" mereka untuk berinvestasi juga terpengaruh oleh akun anonim yang tidak bisa dipertanggung jawabkan ungkap Aidil.

Aidil yang merupakan Chairman dan Presiden Asosiasi Perencana Keuangan IARFC atau International Association of Register Financial Consultant Indonesia, berencana melakukan penertiban terhadap akun-akun anonim ini.

Rencananya, IARFC Indonesia akan menertibkan dengan mengharuskan akun ini memunculkan penanggung jawab atau malah akan dihapuskan. "Jadi enggak sembarangan, karena materi financial planning itu kan banyak," ujarnya.

Pria yang telah 25 tahun berkecimpung di dunia keuangan ini memberikan contoh kasus perusahaan jasa perencanaan keuangan, PT Jouska Finansial Indonesia yang sempat menjadi sorotan pertengahan tahun 2020 lalu.

"Kaya contohnya kasus Jouska kemarin, itu kan pintu gerbang untuk dia tarik nasabah itu kan melalui akunnya [Instagram Jouska]. Harusnya yang pertama kali diciduk oleh satgas waspada itu adalah admin akun," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper