Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tahun Depan, ​Produsen Beras Topi Koki Anggarkan Capex Rp100 Miliar

PT Buyung Poetra Sembada Tbk. mengalokasikan belanja modal Rp100 miliar tahun depan untuk investasi mesin pengering. Investasi tersebut diharapkan bisa menurunkan biaya produksi perseroan secara bertahap.
Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) Sukarto Bujung didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan usai rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Senin (17/6/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) Sukarto Bujung didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan usai rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Senin (17/6/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) atau BPS mengalokasikan belanja modal sebesar Rp100 miliar untuk investasi mesin pengering dan pecah kulit. Belanja modal juga akan digunakan untuk perluasan usaha melalui strategi diversifikasi produk

Investor Relations Buyung Poetra Sembada Dion Surijata mengatakan investasi mesin pengering dibutuhkan untuk menurunkan biaya produksi secara bertahap. Tahun depan, emiten bersandi HOKI itu menargetkan kapasitas produksi bisa mencapai 75 ton per jam dan bertambah menjadi 95 ton per jam pada 2022. 

“Dengan menambah fasilitas pengering diharapkan secara bertahap biaya produksi HOKI akan menurun di masa mendatang,” ujarnya dalam public expose perseroan, Selasa (15/12/2020).

Sementara itu, hingga September 2019, realisasi belanja modal perseroan mencapai angka Rp79,7 miliar. Sebagian besar belanja modal digunakan untuk ekspansi pabrik di Sumatra Selatan.Dengan adanya penambahan pabrik ini, produsen beras Topi Koki berencana untuk membidik pangsa pasar baru.

Secara umum, HOKI menyatakan sejak wabah Covid-19 melanda Indonesia, permintaan beras di pasar tradisional mengalami penurunan akibat adanya pembatasan sosial.

Namun, secara kuartalan pada 2020 ini, margin kotor HOKI mengalami kenaikan menjadi 12.1 persen pada kuartal III/2020 dibandingkan dengan kuartal II/2020 yang hanya sebesar 11.4 persen.

Di sisi lain, HOKI juga sedang membangun pembangkit listrik tenaga sekam sebagai solusi pengelolaan limbah sekam serta untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk mesin produksi di pabrik Sumatera Selatan. Dengan pembangkit listrik tersebut, perseroan dapat mengelola limbah sekam sebanyak 120 ton untuk dijadikan tenaga listrik sebesar 3 megawatt.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper